Mahasiswa ITS Sulutkan Semangat Baca Anak-Anak di Desa Tirem Gresik

KARANGASEM – Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, mencatat prestasi membanggakan dengan masuk enam besar nasional dalam Lomba Desa Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Indonesia. Desa ini menjadi satu-satunya wakil dari Bali yang berhasil menembus peringkat bergengsi tersebut.

Lomba ini menilai desa-desa terbaik di Indonesia dalam pengelolaan pemerintahan berbasis digital, meliputi transparansi, inovasi aplikasi, serta pemanfaatan teknologi untuk pelayanan publik. Perbekel Desa Duda Timur, I Gede Pawana, mengaku terkejut sekaligus bangga atas pencapaian ini.

“Persaingan ketat dan banyak. Terlebih penerapan digitalisasi di desa-desa di luar banyak yang maju dan berkembang,” ujar Pawana.

Pawana menjelaskan, salah satu keunggulan utama Desa Duda Timur adalah keterbukaan informasi publik. Segala bentuk program, penggunaan dana desa, dan kegiatan lainnya dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui aplikasi desa.

“Pengelolaan APBDes kami gampang diakses dan bisa dilihat langsung oleh warga melalui aplikasi. Mungkin itu yang menjadi nilai plus,” tambahnya.

Tak hanya dalam hal transparansi, desa ini juga mengembangkan marketplace digital untuk mendukung pelaku UMKM lokal. Produk-produk warga dipasarkan melalui aplikasi dan situs web milik desa, yang menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi digital masyarakat.

Perjalanan menuju enam besar nasional tidak mudah. Saat masuk 10 besar, desa ini mendapat tantangan dari pihak kementerian untuk membuat aplikasi baru dalam waktu dua hari. Tantangan ini bertujuan menguji kapasitas teknis perangkat desa di bidang teknologi informasi.

“Waktu itu kami membuat aplikasi Siberdes, tentang beras desa dari program pusat. Dari situ kami berhasil lolos enam besar,” jelas Pawana, yang dikenal dengan ciri khas berpakaian serba poleng.

Pada Kamis (31/7), perwakilan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal datang langsung ke Desa Duda Timur untuk melakukan kunjungan lapangan dan meninjau pemanfaatan digitalisasi yang diterapkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Karangasem, I Made Sugiartha, turut mengapresiasi capaian tersebut.

“Bisa masuk enam besar merupakan capaian yang luar biasa. Ini merupakan bentuk kerja keras dari Perbekel dan seluruh perangkat desa,” ujarnya.

Ia juga berharap prestasi Desa Duda Timur menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Karangasem untuk terus berkembang dan berinovasi melalui transformasi digital.

Redaksi03

About adminfahmi

Check Also

Desa di Maroko Gunakan Cermin sebagai Penerangan Alami Tanpa Listrik

PDF 📄DENPASAR – Sebuah desa di Maroko memanfaatkan cermin sederhana untuk memantulkan cahaya bulan sebagai …

Landscape Kayan Disiapkan Jadi Pusat Pembangunan Hijau di 18 Desa Bulungan

PDF 📄BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), memperkuat pengembangan kawasan Integrated Area …

Dony Ahmad Munir Tekankan Sekolah Bersih dan Ramah Anak untuk Generasi Masa Depan

PDF 📄SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *