Naskah mencantumkan tanggal dateline 7 November 2026 dan kode “(sai)”, tetapi tidak menyebutkan nama media atau sumber penerbit secara jelas. Karena itu, nama sumber tidak saya karang dan atribusi media belum dapat dicantumkan secara akurat.
JEMBER – Kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam penerapan administrasi digital Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Karena itu, pengurus dan operator dari delapan desa dibekali kemampuan mengoperasikan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK agar perubahan dari pencatatan manual ke sistem digital dapat berjalan efektif.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) SIM PKK di Pendopo Kecamatan Rambipuji, Jumat (6/11/2026). Kegiatan ini diikuti Ketua TP PKK dan operator dari delapan desa di wilayah tersebut.
Dua pemateri, Ratna Handayani dan Sri Laeli, memberikan penjelasan serta pendampingan teknis mengenai penggunaan aplikasi SIM PKK. Pelatihan diarahkan agar peserta memahami cara memanfaatkan sistem tersebut untuk mengelola data, mencatat kegiatan, dan menyusun laporan organisasi.
Ketua TP PKK Kecamatan Rambipuji, Rimiyati Habib, menegaskan bahwa administrasi organisasi ke depan akan diarahkan menggunakan aplikasi digital. Menurutnya, pengurus di tingkat desa perlu menyiapkan diri agar penerapan sistem baru tidak terhambat oleh keterbatasan kemampuan dalam mengoperasikan teknologi.
Digitalisasi, kata dia, bukan semata-mata mengikuti perkembangan zaman, melainkan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola organisasi. Pengelolaan administrasi yang lebih tertata diharapkan mendukung pelaksanaan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Camat Rambipuji, Prima Kusuma Dewi, juga menekankan pentingnya peningkatan kecakapan digital bagi seluruh pengurus. Ketersediaan aplikasi, menurutnya, perlu disertai kemampuan sumber daya manusia (SDM) agar teknologi benar-benar dapat menunjang pekerjaan organisasi.
“Harapannya, seluruh pengurus TP PKK memiliki kemampuan dan kesiapan dalam memanfaatkan teknologi digital. Dengan SDM yang melek digital, administrasi dan pelaksanaan program PKK akan semakin tertata serta mampu mengikuti perkembangan zaman,” harapnya.
Ketua TP PKK dan operator desa yang mengikuti bimtek diharapkan dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada pengurus di wilayah masing-masing. Peran mereka menjadi penting agar penggunaan SIM PKK tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi diterapkan dalam kegiatan administrasi sehari-hari.
Penerapan sistem digital diharapkan membuat pengelolaan administrasi TP PKK di Kecamatan Rambipuji lebih praktis, tertib, transparan, dan akuntabel. Keberhasilan perubahan tersebut akan bergantung pada konsistensi penggunaan aplikasi serta kemampuan pengurus dalam menyesuaikan diri dengan pola kerja baru. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara