Konektivitas internet sejak 2022 membantu nelayan Desa Harmoni memantau cuaca, menentukan koordinat penangkapan, menjangkau pembeli sebelum mendarat, serta membuka akses pengetahuan dan pemasaran digital.
BUOL – Akses internet mulai mengubah pola usaha nelayan di Desa Harmoni, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng). Selain membantu memantau cuaca dan menentukan koordinat penangkapan ikan, konektivitas digital memungkinkan nelayan menghubungi pembeli sebelum kembali ke daratan sehingga pemasaran hasil tangkapan menjadi lebih terencana dan risiko ikan dijual dengan harga rendah dapat ditekan.
Perubahan tersebut dirasakan Ahmad Djaru (54), nelayan sekaligus petani di Desa Harmoni. Dengan memanfaatkan jaringan internet, Ahmad tidak hanya berkomunikasi dengan calon pembeli, tetapi juga memperkenalkan potensi perikanan daerah melalui siaran langsung di media sosial.
Facebook Live menjadi salah satu platform yang digunakannya untuk menjangkau calon konsumen. Nelayan lainnya juga memanfaatkan TikTok Live untuk memperkenalkan aktivitas penangkapan ikan dan hasil laut yang mereka peroleh.
“Setiap hari saya berangkat melaut, kadang sampai bermalam-malam. Kalau di tengah laut itu kita biasa cari hiburan. Pas ada sinyal bagus, kita sering live pas lagi tangkap ikan,” kata Ahmad, sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia, Jumat, (06/11/2026).
Ketersediaan jaringan internet di Desa Harmoni dimulai sejak 2022 melalui pembangunan menara pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) 4G oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Sebelum jaringan internet tersedia, nelayan setempat mengandalkan pengamatan alam untuk memperkirakan kondisi laut. Ahmad, misalnya, hanya dapat memperhitungkan tanggal dan mengamati kondisi bulan untuk memperkirakan pasang surut air laut.
Kini, informasi dapat diperoleh lebih cepat melalui internet. Perubahan tersebut juga dirasakan Anton (56), terutama dalam proses pemasaran hasil tangkapan yang sebelumnya kerap menghadapi ketidakpastian.
Dahulu, nelayan harus menunggu pembeli datang setelah kembali dari laut. Kondisi tersebut membuat posisi tawar nelayan menjadi terbatas dan ikan yang diperoleh tidak jarang harus dijual dengan harga murah.
“Kami sudah kabar-kabaran pakai HP sejak di tengah laut. Jadi waktu ikan tiba pembelinya sudah ada,” ujar Anton.
Untuk mempertahankan akses komunikasi dan informasi, Anton mengalokasikan sekitar Rp500.000 setiap bulan untuk membeli pulsa dan paket data internet. Pengeluaran tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan pembeli, mengakses informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta mempelajari pengetahuan baru mengenai perikanan.
Pemanfaatan internet juga membuka kesempatan bagi nelayan untuk meningkatkan keterampilan secara mandiri. Anton mengaku memanfaatkan berbagai video pembelajaran di YouTube, termasuk untuk mempelajari cara menentukan titik koordinat saat melaut.
“Saya suka lihat tutorial di YouTube. Termasuk cara mengecek titik koordinat, itu saya tahunya dari YouTube,” ia menjelaskan.
Dampak konektivitas digital di wilayah tersebut tidak hanya dirasakan sektor perikanan. Dunia pendidikan juga mulai memanfaatkan jaringan internet untuk memperluas sumber pembelajaran bagi peserta didik.
Di Sekolah Dasar Negeri 7 (SDN 7) Paleleh Barat, para guru memanfaatkan layar pintar atau smart screen yang disediakan pemerintah untuk mengakses materi pembelajaran dari berbagai sumber. Fasilitas tersebut membuka kesempatan bagi guru dan siswa memperoleh bahan ajar yang lebih beragam.
Penyediaan akses internet untuk pendidikan, pemerintahan, dan kesehatan juga menjadi bagian dari program BAKTI Komdigi. Hingga 2025, tercatat sebanyak 188 titik akses internet telah disediakan di Kabupaten Buol, dengan mayoritas fasilitas dialokasikan untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
Perubahan yang terjadi di Desa Harmoni memperlihatkan bahwa konektivitas digital memiliki manfaat yang melampaui kemudahan komunikasi. Bagi nelayan, internet dapat membantu mempertemukan hasil tangkapan dengan pembeli, memperluas akses informasi, serta meningkatkan pengetahuan dalam menjalankan usaha perikanan.
Ke depan, pemanfaatan jaringan internet di wilayah pesisir diharapkan semakin memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Dukungan infrastruktur yang berkelanjutan, keterampilan digital, dan pemanfaatan teknologi secara produktif menjadi faktor penting agar konektivitas benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara