Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong Desa Kadipaten, Wonosobo, mengoptimalkan budaya lokal, kreativitas masyarakat, dan teknologi kecerdasan buatan untuk membuka peluang usaha serta memperkuat perekonomian desa.
WONOSOBO – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha kreatif di tingkat desa. Desa Kadipaten, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah yang didorong mengembangkan ekonomi kreatif melalui perpaduan teknologi digital, kreativitas masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menilai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat desa memiliki peluang besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, pengembangan desa kreatif perlu didukung pemanfaatan teknologi agar potensi lokal dapat berkembang menjadi kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Upaya tersebut terlihat dalam kunjungan Riefky ke Desa Kadipaten, Minggu (1/11/2026). Kunjungan itu dimanfaatkan untuk meninjau perkembangan ekonomi kreatif masyarakat sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan diskusi pengembangan desa kreatif berbasis komunitas guna memperkuat keterlibatan warga dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.
Selain peningkatan kemampuan digital, pengembangan potensi budaya juga mendapat perhatian. Pertunjukan seni yang memadukan tari dan musik tradisional bundengan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Kesenian tersebut memperlihatkan bagaimana warisan budaya lokal dapat tetap diperkenalkan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif desa.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat. Forum tersebut digunakan untuk menggali potensi yang dapat dikembangkan serta memetakan berbagai kendala yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif di tingkat desa.
Sebagaimana diberitakan Abadikini, Minggu (1/11/2026), pengembangan desa kreatif di Kadipaten diarahkan pada optimalisasi kekayaan budaya, kreativitas warga, dan pemanfaatan teknologi digital untuk membuka peluang usaha yang lebih luas.
Sinergi antara keterampilan digital dan pelestarian tradisi diharapkan mampu memperkuat daya saing masyarakat desa. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, potensi lokal tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber pendapatan dan penggerak perekonomian masyarakat. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara