Pemkab Serang mendorong 324 BUMDes memanfaatkan limbah dan potensi lokal menjadi bahan baku biomassa untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung pengurangan emisi.
SERANG – Potensi limbah desa berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terlibat dalam pengembangan ekosistem biomassa. Program hasil kolaborasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan sisa sekaligus mendukung pengurangan emisi.
Peluncuran program berlangsung di Desa Salira, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Sabtu (31/10/2026). Pemerintah daerah berharap keterlibatan BUMDes dapat membuka peluang usaha baru melalui pemanfaatan sumber daya yang selama ini belum dimaksimalkan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan bagi desa untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Ia juga mengapresiasi Kemendes PDT dan PT PLN yang memilih Kabupaten Serang sebagai lokasi peluncuran program, sebagaimana diberitakan Satelit News, Minggu, (01/11/2026).
“Pertama tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Menteri Desa, Pak Dirut dari PT PLN, yang telah menjadikan Kabupaten Serang sebagai tempat launching untuk program pengembangan ekosistem biomasa. Kami mendukung kegiatan ini. Karena ini penting bagi kita semua, terutama bagi badan usaha milik desa,” kata Bupati Serang Ratu Zakiyah, kepada wartawan, usai launching yang dihadiri Mendes PDT RI Yandri Susanto, dan perwakilan dari PT PLN.
Pemkab Serang memiliki 326 desa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 324 desa telah membentuk BUMDes. Keberadaan lembaga usaha desa itu dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan rantai usaha biomassa, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Ratu Zakiyah menjelaskan, bahan baku biomassa dapat berasal dari berbagai material yang tersedia di lingkungan perdesaan, terutama bahan sisa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
“Bahan-bahan untuk biomassa ini, adalah barang-barang yang ada di desa. Khususnya dari bahan-bahan yang tidak terpakai, yang tadinya tidak bernilai ekonomis kemudian menjadi bernilai ekonomis, dan itu perlu kita manfaatkan,” tambahnya.
Ia juga meminta seluruh BUMDes di Kabupaten Serang menggali potensi sumber daya di wilayah masing-masing agar pengembangan biomassa tidak hanya bergantung pada satu jenis bahan baku. Pemetaan potensi lokal diperlukan untuk menentukan jenis limbah yang dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap BUMDes dapat memperluas kegiatan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengembangan energi alternatif dan pengurangan emisi. Optimalisasi potensi lokal diharapkan menjadikan desa tidak hanya sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga bagian penting dalam rantai ekonomi biomassa. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara