Tiap desa di Paser diharapkan memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang representatif dan mendapat dukungan penganggaran untuk memperkuat pembinaan santri serta guru ngaji.
PASER – Penguatan pendidikan Al-Qur’an di tingkat desa menjadi salah satu perhatian Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Paser yang membina 10.000 santri dan 1.735 ustadz serta ustadzah Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di 139 desa.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pembinaan generasi muda dan nilai keagamaan di tengah masyarakat. Hal itu menjadi bagian dari dorongan agar program desa dapat berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia.
Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BKPRMI Kabupaten Paser Kasrani Latief mengatakan, ribuan santri dan guru ngaji yang dibina tersebut menjadi bagian dari basis pembinaan pendidikan Al-Qur’an di desa. Sebanyak 163 santri terbaik dari hasil seleksi enam kecamatan juga telah mengikuti Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) sebagai perwakilan dari pembinaan tersebut, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltim, Senin, (28/09/2026).
“Alhamdulillah kita telah menggelar festival anak saleh Indonesia yang diikuti 163 santri terbaik hasil seleksi dari enam kecamatan ini adalah duta dari 10.000 santri dan 1.735 ustadz serta ustadzah TKA/TPA yang kami bina di 139 desa se-Kabupaten Paser,” terang Kasrani, Senin (28/9/2026).
Menurut Kasrani, keberadaan TPA di desa tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan generasi muda yang memiliki nilai keagamaan. Karena itu, pembinaan pendidikan Al-Qur’an perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat desa.
“Jika pemerintah daerah membangun fisik desa melalui program desa juara, maka kami membangun jiwanya. Tanpa anak-anak yang sholeh, pembangunan tidak akan Tuntas,” tambahnya.
Ia mengatakan pembinaan tersebut sejalan dengan visi Paser yang Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil dan Sejahtera (TUNTAS). Dalam konteks desa, sinergi antara pembangunan fisik dan pembinaan generasi muda dinilai diperlukan agar pembangunan tidak hanya menghasilkan fasilitas, tetapi juga memperkuat kualitas masyarakat.
Dukungan terhadap pembinaan TPA juga diharapkan berjalan melalui kebijakan dan penganggaran pemerintah daerah. Selain pembinaan baca tulis Al-Qur’an, dukungan tersebut mencakup kegiatan remaja masjid dan musala serta program keagamaan lainnya.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat memberi dukungan anggaran pembinaan rutin untuk program BKPRMI, termasuk pembinaan baca tulis Al-Qur’an, kegiatan remaja masjid dan musholla, serta program keagamaan lainnya,” ulasnya.
Perhatian juga diarahkan kepada guru ngaji yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan pendidikan Al-Qur’an di desa. BKPRMI Paser meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru ngaji, meskipun pemerintah daerah telah memberikan insentif.
Kasrani menilai dukungan tersebut penting karena guru ngaji menjadi bagian dari sumber daya yang menjalankan pembinaan santri di lingkungan masyarakat.
“Kami juga berharap ada sinergi antara program Paser TUNTAS dengan konsep Desa Qur’ani, harapannya setiap desa di Paser memiliki TPA yang representatif dan mendapatkan dukungan penganggaran maksimal dari pemerintah desa ” harapnya.
Dorongan penguatan TPA di 139 desa tersebut turut berkaitan dengan keberlanjutan pembinaan santri berprestasi. Pelaksanaan FASI pada 27 September 2026 dilakukan secara mandiri dengan semangat gotong royong dan mempertandingkan 10 cabang lomba.
“Ada 10 cabang lomba dipertandingkan, mulai dari tartil, tahfidz, ceramah hingga nasyid. Peserta yang juara akan kami bina untuk menjadi kafilah Paser di FASI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Ibu Kota Nusantara (IKN),” pungkasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara