Kesuksesan Bupati Running Fest 2026 yang menarik 2.512 peserta mendorong Pemkab Kutim menyiapkan perlombaan jarak lebih jauh pada 2027 dengan opsi 21 hingga 28 kilometer.
ADVERTORIALÂ – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai menyiapkan pengembangan Bupati Running Fest pada 2027 dengan membahas perlombaan jarak jauh antara 21 kilometer dan 28 kilometer. Rencana tersebut menjadi langkah lanjutan setelah penyelenggaraan tahun ini menarik 2.512 pelari di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (27/09/2026).
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan skala kegiatan lari akan ditingkatkan pada tahun depan. Panitia diberi tugas membahas jarak yang akan dipertandingkan dalam agenda yang direncanakan bertepatan dengan hari ulang tahun Kutim.
“Tahun depan kita akan mengadakan half marathon, yang mungkin panitia saya beri tugas untuk memperbincangkannya antara 21 atau 28 km,” katanya.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa jarak perlombaan pada 2027 belum ditetapkan secara final. Dalam kesempatan yang sama, Ardiansyah juga menyebut rencana lomba sejauh 28 kilometer sebagai bagian dari pengembangan agenda lari daerah.
“Tahun ini adalah tahun yang sudah kita jadikan agenda sebagai bagian daripada running Kutai Timur, dan insyaallah tahun depan kita juga akan melaksanakan maraton 28 kilo sesuai hari ulang tahun Kutai Timur,” katanya.
Secara terminologi olahraga, half marathon memiliki jarak standar 21,0975 kilometer. Karena panitia masih membahas pilihan 21 atau 28 kilometer, penamaan resmi kategori perlombaan tahun depan akan mengikuti keputusan akhir penyelenggara.
Rencana pengembangan tersebut muncul setelah Bupati Running Fest 2026 mencatat partisipasi 2.512 pelari dari dalam maupun luar Kutim, bahkan sejumlah peserta berasal dari luar Kalimantan Timur (Kaltim).
Ajang tahun ini mempertandingkan kategori Kids Dash, 5K Pelajar, 5K Umum, serta 10K Umum dan Master. Anak-anak berusia 5–8 tahun turut ambil bagian melalui kategori Kids Dash, sementara kategori lainnya diikuti pelajar, masyarakat umum, kelompok master, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ardiansyah menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan, termasuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim serta jajaran panitia.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah menyelenggarakan kemudian mensukseskan acara ini. Kepada semua peserta, baik yang dari Kutai Timur maupun yang dari luar Kutai Timur, terima kasih atas perhatiannya dan keikutsertaannya,” ujarnya.
Menurut Ardiansyah, penyelenggaraan kegiatan lari juga memiliki fungsi lebih luas dalam menjaga kebugaran masyarakat, terlepas dari profesi dan aktivitas sehari-hari.
“Baik sebagai aparatur sipil negara, sebagai abdi masyarakat, sebagai pengusaha, sebagai petani, dan apa pun namanya, kita bersama-sama hadir di sini dalam rangka untuk memberikan yang terbaik kepada fisik kita semua,” ujarnya.
Ia berharap partisipasi yang terbentuk melalui kegiatan tersebut dapat menjaga semangat kebersamaan di antara komunitas pelari sekaligus memotivasi masyarakat untuk terus berolahraga.
“Mudah-mudahan pertemuan hari ini semangat kebersamaan kita terus memberikan semangat kepada para runners, yang sejatinya kita semua adalah para juara, juara untuk diri kita sendiri,” ungkapnya.
Dalam penutupan kegiatan, Ardiansyah juga menyampaikan pesan ringan kepada ribuan peserta yang telah menuntaskan perlombaan.
“Saya berharap tetap lari sebagaimana yang anda lakukan, tapi jangan sampai lari dari kenyataan, ya. Itu berbahaya,” ungkapnya.
Panitia turut menyiapkan pengamanan jalur sejak pelepasan hingga peserta mencapai garis finis. Dengan jumlah peserta yang telah menembus 2.512 orang, pengembangan jarak perlombaan pada 2027 menjadi langkah berikutnya untuk memperluas skala Bupati Running Fest dan memperkuat posisinya dalam kalender olahraga Kutim. []
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara