Rekonstruksi Desa Adat Sade, Warga Pertahankan Rumah Beratap Ilalang

Warga Desa Adat Sade mulai membangun kembali rumah adat secara mandiri meski master plan rekonstruksi kawasan belum rampung, dengan tetap mempertahankan fondasi bangunan lama dan penggunaan atap ilalang sesuai karakter adat setempat.

LOMBOK TENGAH – Warga Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai membangun kembali sejumlah rumah adat secara mandiri di tengah proses penyusunan master plan rekonstruksi kawasan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

Pembangunan dilakukan dengan tetap mengacu pada fondasi rumah sebelumnya dan mempertahankan karakter rumah adat Sade. Salah satu bagian yang lebih dahulu dikerjakan adalah pemasangan atap ilalang yang telah dibeli warga dan berisiko rusak jika terlalu lama disimpan karena terkena hujan.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) NTB Muhammad Ihwan mengatakan pembangunan oleh warga tetap dapat dilanjutkan karena telah mengikuti fondasi bangunan sebelumnya. Sebagaimana diberitakan Lombok Post, Kamis, (24/09/2026), pemerintah memastikan pembangunan tersebut tidak akan sia-sia meski master plan belum selesai.

“Warga memang sudah mulai membangun rumahnya, dan memasang atap ilalang,” terang Ihwan, Rabu (23/9).

Menurut Ihwan, pembangunan rumah dilakukan berdasarkan kesepakatan serta petunjuk pemerintah. Dengan demikian, warga tetap dapat melanjutkan pembangunan tanpa mengabaikan rancangan rumah adat yang telah ada sebelumnya.

“Tidak ada yang mubazir. Itu berarti sudah sesuai dengan fondasi rumah yang sebelumnya. Iya, sama,” kata Ihwan.

Pemasangan atap ilalang menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan warga karena material tersebut sudah tersedia. Penggunaan ilalang juga tetap dipertahankan sebagai bagian dari karakter rumah adat Sade.

Di sisi lain, Pemprov NTB masih menyusun master plan yang akan menjadi acuan penataan kawasan secara menyeluruh. Perencanaan itu tidak hanya mencakup rumah adat, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukung di kawasan Sade.

“Rehabilitasi dan rekonstruksi itu perlu study,” ujarnya.

Penataan kawasan nantinya mencakup kebutuhan air, sanitasi, fasilitas pemadam, serta mitigasi bencana. Penyusunan master plan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemprov NTB, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, dan Universitas Mataram (Unram).

“Karena ini kerja kolaborasi,” kata dia.

Konsep rekonstruksi juga diarahkan agar Sade tetap berkembang sebagai kawasan kebudayaan. Karena itu, pembangunan fisik tidak hanya berorientasi pada pengembalian rumah adat, tetapi juga mempertahankan ekosistem budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.

“Jadi tidak hanya masalah rumahnya saja. Tapi ekosistem yang di dalamnya,” jelas Ihwan.

Unsur kebudayaan dan ritual adat tetap menjadi bagian yang dipertahankan. Aktivitas ekonomi serta industri kebudayaan yang berkembang di kawasan tersebut juga menjadi bagian dari penataan.

“Sebuah kawasan yang memang kita kembangkan lagi. Kita ingatkan lagi bahwa di situ sebenarnya yang hidup itu kebudayaannya,” ujarnya.

Untuk pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah, pelaksanaannya tetap mengikuti prosedur penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sejumlah anggaran pemerintah telah dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan, termasuk museum dan perumahan.

Pemprov NTB menargetkan penyusunan master plan selesai pada September 2026. Setelah itu, pembangunan kawasan ditargetkan mulai November dengan pelaksanaan lintas sektor sesuai kebutuhan.

“Seluruh stakeholder akan dilibatkan sesuai dengan kebutuhan pembangunan masing-masing, jadi keroyokan,” tandasnya.

Bagi warga Sade, proses rekonstruksi berjalan bersamaan dengan upaya mempertahankan bentuk rumah, penggunaan material adat, serta unsur kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Penataan kawasan selanjutnya diharapkan tetap menjaga kesinambungan antara pembangunan fisik dan karakter adat Sade. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Kemantren Dorong Produk Lokal Masuk Pasar Digital

PDF đź“„Kemampuan memasarkan produk secara digital menjadi fokus pengembangan masyarakat Desa Kemantren, Kabupaten Mojokerto, setelah …

Jalan Rusak di Dusun Segaran Jadi Prioritas Pembangunan Desa Dlanggu

PDF đź“„Pembangunan jalan penghubung antardusun menjadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan Desa Dlanggu dalam rencana …

Tradisi Kolo Kabe Kembali Setelah Enam Tahun Tak Digelar

PDF đź“„Kolo Kabe kembali digelar masyarakat Kampung Munde, Desa Komba, Manggarai Timur, setelah enam tahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *