24 Desa di Polman Terdampak Krisis Air, BPBD Terus Kirim Bantuan

Kemarau panjang membuat krisis air bersih meluas ke 24 desa di Polewali Mandar, dengan 7.169 kepala keluarga terdampak dan distribusi bantuan air terus dilakukan sejak 14 September 2026.

POLEWALI MANDAR – Krisis air bersih yang dipicu kemarau panjang telah berdampak pada 24 desa di delapan kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman menyalurkan air bersih secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa.

Hingga Rabu (23/9/2026), sebanyak 7.169 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih. Distribusi bantuan telah berlangsung selama 10 hari sejak 14 September 2026 dengan total 197.000 liter air yang diangkut menggunakan kendaraan tangki.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman Adi Candra mengatakan distribusi menyasar warga yang membutuhkan, termasuk fasilitas pendidikan di wilayah terdampak. Sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (23/09/2026), penyaluran dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di tengah krisis air.

“Tadi pagi kami distribusikan 4 ribu liter air bersih ke Desa Battetangnga, Kecamatan Binuang,” kata Adi Candra, Rabu (23/9/2026).

Desa Battetangnga menjadi salah satu wilayah yang menerima bantuan air bersih. Selain warga, bantuan juga diberikan kepada sekolah dan pondok pesantren yang mengalami dampak krisis air bersih.

Sebaran desa terdampak mencakup Desa Buku, Rumpa, dan Segeran di Kecamatan Mapilli; Desa Tenggelang, Luyo, Batupanga, dan Batupanga Daala di Kecamatan Luyo; serta Desa Lembang-Lembang, Samasundu, dan Nepo di Kecamatan Limboro.

Dampak serupa juga terjadi di Desa Bala di Kecamatan Balanipa; Desa Rea, Amassangan, dan Tonyaman di Kecamatan Binuang; Desa Galeso di Kecamatan Wonomulyo; Desa Panyamppa, Kenje, dan Katumbangan di Kecamatan Campalagian; serta Kelurahan Tinambun dan Desa Tandun di Kecamatan Tinambung.

Penyaluran air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya. Bantuan juga diarahkan kepada sejumlah sekolah dan pondok pesantren yang terdampak sehingga kebutuhan air di lingkungan tersebut tetap dapat dipenuhi.

Adi Candra menyebut krisis air terjadi akibat kemarau panjang. Minimnya curah hujan dalam waktu lama menyebabkan debit sumur yang selama ini digunakan masyarakat mengalami kekeringan.

Dengan kondisi tersebut, distribusi air bersih terus dilakukan untuk membantu masyarakat di desa-desa yang terdampak. Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 197.000 liter selama 10 hari pelaksanaan distribusi. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemberdayaan Perempuan di Desa Didorong Masuk Anggaran 2027

PDF 📄Tiga kementerian mendorong Ruang Bersama Indonesia menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah 2027, dengan …

50 Warga Desa Tolengas Gotong Royong Panen 10 Ton Bawang Saat Kemarau

PDF 📄Sedikitnya 50 warga Desa Tolengas, Sumedang, terlibat dalam panen lebih dari 10 ton bawang …

Gang Becek Jadi Mulus, Warga Desa Tanjung Rasakan Manfaat Pembangunan

PDF 📄Pengaspalan gang di Dusun Cipunagara, Desa Tanjung, Subang, membuat akses warga lebih nyaman sekaligus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *