Wahyudi (60) tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri ketika menyampaikan sambutan dalam agenda pemaparan visi dan misi empat calon kepala desa di Balai Desa Kalirandu sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS Siaga Medika Pemalang.
PEMALANG DESA NUSANTARAÂ – Agenda penyampaian visi dan misi calon kepala desa di Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, mendadak berubah menjadi suasana duka setelah Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kalirandu, Wahyudi (60), meninggal dunia ketika sedang menyampaikan sambutan. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.39 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.15 WIB di Balai Desa Kalirandu. Saat itu, kegiatan yang dihadiri para calon kepala desa dan masyarakat tengah berlangsung dengan agenda pemaparan visi dan misi kandidat yang akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kalirandu.
Sebelum kejadian, rangkaian acara berlangsung normal. Setelah panitia menyampaikan sambutan, Wahyudi mendapat giliran berbicara mewakili BPD. Namun, ketika sedang menyampaikan pidato, ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri di hadapan peserta kegiatan.
Camat Petarukan, Muhibin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Wahyudi mengalami peristiwa itu ketika sedang memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan pemaparan visi dan misi calon kepala desa.
“Itu kan acara visi misi di Kalirandu, mulai dari sambutan panitia terus sambutan BPD. Lha pas sambutan BPD, beliau lagi menyambut, kemudian jatuh, tak sadarkan diri,” kata Muhibin, Jumat (30/10/2026).
Warga dan peserta yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dengan membawa Wahyudi ke Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang. Setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, ia langsung mendapatkan penanganan medis dan sempat dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).
Namun, upaya penanganan medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Wahyudi akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.39 WIB di rumah sakit tersebut.
Muhibin mengungkapkan, sebelum kejadian, Wahyudi tidak memperlihatkan tanda-tanda gangguan kesehatan yang diketahui oleh orang-orang di sekitarnya.
“Langsung dibawa ke rumah sakit, ke ICU, dan akhirnya meninggal. Jadi enggak ada tanda-tanda dari awal sakit atau apa, enggak ada,” ungkapnya.
Kepergian Wahyudi terjadi ketika tahapan Pilkades Kalirandu tengah berlangsung. Dalam kontestasi tersebut, terdapat empat calon kepala desa yang akan bersaing memperebutkan kepercayaan masyarakat, yakni Nuryadi, Tabi’in, Tarjo, dan Nedi.
Peristiwa ini menjadi kabar duka bagi masyarakat Kalirandu, terutama karena terjadi di tengah agenda penting penyelenggaraan pemerintahan desa. Kepergian Ketua BPD tersebut juga meninggalkan kehilangan bagi lembaga yang memiliki fungsi menampung aspirasi masyarakat serta mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara