Teknologi SIG Bantu Desa Rancamulya Petakan Potensi dan Fasilitas

SUBANG – Pemerintah Desa Rancamulya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), menerima Peta Potensi Desa Rancamulya hasil pemetaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor (IPB) University. Peta digital tersebut disiapkan sebagai sumber data spasial yang dapat digunakan untuk mendukung administrasi, pengenalan potensi wilayah, serta perencanaan pembangunan desa.

Peta disusun setelah mahasiswa melakukan survei lapangan pada 16 Juli 2026 dengan mengidentifikasi kondisi wilayah, batas administrasi, jaringan jalan, sungai, fasilitas umum, dan berbagai objek penting di Desa Rancamulya. Data hasil survei kemudian diolah pada 17 Juli 2026 menjadi peta digital menggunakan perangkat lunak ArcGIS.

Hasil pemetaan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Desa Rancamulya pada 22 Juli 2026. Penyerahan itu menjadi bagian dari luaran program kerja mahasiswa KKN-T IPB University yang diarahkan untuk menyediakan data wilayah yang lebih terstruktur dan mudah digunakan.

Peta tersebut memuat berbagai informasi mengenai Desa Rancamulya, termasuk persebaran kantor desa, pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), klinik, praktik dokter, masjid, lapangan, hingga area pemancingan. Informasi itu dapat membantu pemerintah desa mengenali sebaran fasilitas pelayanan publik sekaligus potensi yang tersedia di wilayahnya.

Keberadaan data spasial tersebut juga dapat mendukung penyusunan berbagai dokumen administrasi desa. Peta dapat menjadi bahan rujukan ketika pemerintah desa membutuhkan informasi mengenai kondisi wilayah, penyebaran fasilitas, maupun lokasi potensi lokal dalam proses penyusunan program pembangunan.

Sebagaimana diberitakan Good News From Indonesia, Rabu, (12/08/2026), pemetaan dilakukan untuk membantu pemerintah desa memperoleh gambaran wilayah yang lebih jelas melalui data yang dikumpulkan secara langsung di lapangan dan diolah dalam bentuk digital.

Selain menjadi luaran kegiatan KKN-T, peta tersebut dinilai memiliki manfaat jangka panjang karena dapat diperbarui mengikuti perubahan kondisi wilayah. Pemutakhiran data menjadi penting agar informasi yang tersedia tetap relevan ketika digunakan dalam perencanaan pembangunan maupun penyampaian informasi kepada masyarakat.

Penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam penyusunan peta juga memperlihatkan pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan desa. Data yang sebelumnya tersebar dapat dihimpun dalam satu dokumen spasial sehingga lebih mudah dibaca dan dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Program tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian mahasiswa dapat menghasilkan keluaran yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan di lapangan. Peta yang telah diserahkan kepada pemerintah desa berpotensi menjadi aset informasi yang terus digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan Desa Rancamulya.

Dengan pemetaan yang dapat diperbarui secara berkala, pemerintah desa diharapkan memiliki dasar informasi yang lebih kuat untuk menentukan prioritas pembangunan, mengembangkan potensi lokal, serta memastikan fasilitas dan sumber daya wilayah dapat dikelola secara lebih tepat sasaran. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Saentis Punya Fasilitas Baru untuk Olahraga, Keluarga, dan Usaha

PDF 📄DELI SERDANG – Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan di Desa Saentis kini menjadi ruang …

Bantuan Pusat Masuk 115 Lokasi, Petani Demak Dibantu Hadapi Kekeringan

PDF 📄DEM​​AK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan …

Akta Kelahiran Digital Dipercepat, Desa Jadi Mata Rantai Penting

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) akan mendapat peran lebih besar dalam memperbarui data kependudukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *