Bangunan Pustu Ambruk, Pelayanan Warga Tetap Berjalan

HULU SUNGAI SELATAN – Ambruknya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Pihanin Raya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), tidak menghentikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Setelah bangunan roboh pada Senin, 10 Agustus 2026, tenaga kesehatan dipindahkan sementara, sedangkan layanan dalam gedung dialihkan ke Puskesmas Bayanan dan pelayanan luar gedung tetap dilakukan melalui kunjungan rumah.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) HSS melakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa, 11 Agustus 2026. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi bangunan sekaligus menindaklanjuti dampak kejadian terhadap tenaga kesehatan dan warga di sekitar Pustu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinkes PPKB HSS Hanti Wahyuningsih mengatakan bidan bernama Mina yang sebelumnya tinggal di bangunan tersebut bersama keluarganya telah dipindahkan ke rumah dinas di Puskesmas Bayanan.

“Sudah diarahkan Kepala Puskesmas untuk menempati rumah dinas (dokter gigi) di Puskesmas Bayanan,” kata Hanti.

Meskipun bangunan Pustu tidak lagi dapat digunakan, pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. Layanan di dalam gedung dilakukan di Puskesmas Bayanan, sedangkan pemeriksaan ibu hamil, ibu nifas, dan neonatal tetap dilayani bidan melalui kunjungan ke rumah warga.

“Pelayanan dalam gedung jaraknya masih dekat jadi bisa langsung ke Puskesmas Bayanan,” terangnya.

Dampak ambruknya bangunan juga meluas ke permukiman warga yang berada di dekat Pustu. Kepala Desa Pihanin Raya Norlan mengatakan bangunan roboh sekitar pukul 18.00 Wita setelah sebelumnya terdengar suara dari struktur bangunan.

“Sebelum ambruk, sudah ada terdengar suara kretek dari bangunan. Sebagian harta benda dan perabotan di dalam Pustu bisa diselamatkan oleh pemilik dan warga. Begitu pula barang dari bangunan milik warga di sebelahnya,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan pemerintah desa, terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang terdampak. Satu KK yang menempati Pustu terdiri atas empat jiwa dan mengalami kerusakan bangunan 100 persen.

Sementara itu, dua KK lainnya yang menempati rumah warga dengan total lima jiwa mengalami kerusakan sekitar 60 persen. Kondisi tersebut menunjukkan dampak ambruknya fasilitas kesehatan tidak hanya menyangkut hilangnya bangunan pelayanan, tetapi juga memengaruhi tempat tinggal warga di sekitarnya.

Sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Rabu, (12/08/2026), penanganan sementara diarahkan pada pemindahan tenaga kesehatan dan pengalihan layanan agar masyarakat tetap memperoleh pelayanan medis selama bangunan Pustu belum dapat digunakan.

Dengan tetap berjalannya pelayanan di Puskesmas Bayanan dan kunjungan rumah, kebutuhan kesehatan warga di Desa Pihanin Raya diharapkan tidak terganggu. Pada saat yang sama, kondisi rumah warga terdampak dan keberlanjutan fasilitas Pustu menjadi bagian penting yang perlu ditindaklanjuti pemerintah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Saentis Punya Fasilitas Baru untuk Olahraga, Keluarga, dan Usaha

PDF đź“„DELI SERDANG – Alun-Alun Kecamatan Percut Sei Tuan di Desa Saentis kini menjadi ruang …

Bantuan Pusat Masuk 115 Lokasi, Petani Demak Dibantu Hadapi Kekeringan

PDF đź“„DEM​​AK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pembangunan dan perbaikan …

Akta Kelahiran Digital Dipercepat, Desa Jadi Mata Rantai Penting

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah Desa (Pemdes) akan mendapat peran lebih besar dalam memperbarui data kependudukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *