TASIKMALAYA – Sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan kepada 113 kepala keluarga (KK) atau 314 jiwa yang terdampak kekurangan air selama musim kemarau di Desa Pasiralam, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), Selasa, 11 Agustus 2026.
Bantuan tersebut didistribusikan di tiga titik, yakni Kampung Lebakgede RT 30/06, Kampung Citamiang RT 26/06, dan Kampung Cikuda RT 06/26. Penyaluran dilakukan Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Singaparna sebagai respons terhadap keterbatasan akses air bersih yang dialami warga.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya mengatakan bantuan tersebut diperuntukkan bagi ratusan warga yang tersebar di tiga kampung.
“Untuk bantuan air bersih diterima oleh 113 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 314 jiwa yang tersebar di tiga kampung,” kata Jembar kepada TribunPriangan.com.
Menurut Jembar, keterlibatan unsur kepolisian dalam distribusi bantuan menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau. Bantuan air diberikan langsung ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
“Tentunya bantuan ini sebagai bentuk kepedulian serta respons terhadap kebutuhan warga di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih,” ungkap Jembar.
Penyaluran air bersih tersebut juga menunjukkan bahwa kebutuhan air mulai menjadi persoalan yang harus ditangani secara berkelanjutan selama kemarau. FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya menyatakan akan terus bekerja sama dengan berbagai unsur untuk menjangkau wilayah lain yang mengalami kondisi serupa.
“Kegiatan ini sudah berlangsung dari bulan kemarin, dan sekarang juga terus dilakukan dengan sebaran wilayah yang terdampak kemarau,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Tribun Jabar, Selasa, (11/08/2026), kegiatan distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari penanganan dampak kekeringan yang terus dilakukan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan 314 jiwa telah menerima bantuan dalam penyaluran kali ini, pemenuhan kebutuhan air bersih di kawasan terdampak diharapkan terus mendapat perhatian hingga kondisi kemarau berakhir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara