Gerakan GALAKSY di Desa Sawocangkring mendorong warga memperkuat kebiasaan menjaga lingkungan dan memberantas tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.
SIDOARJO – Desa Sawocangkring memperkuat upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan Aksi Lawan Aedes aegypti (GALAKSY), Jumat (25/9/2026).
Sosialisasi yang berlangsung di Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai bahaya DBD, mengenali tempat yang berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, serta menerapkan langkah pencegahan di lingkungan rumah dan fasilitas umum.
Kegiatan itu melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, masyarakat, serta unsur pendukung lainnya. Kehadiran unsur tersebut memperkuat upaya bersama agar pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat di lingkungan desa.
Kepala Desa Sawocangkring bersama Kepala Puskesmas Wonokasian dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.
Dukungan juga diberikan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0816/13 Wonoayu untuk Desa Sawocangkring, Wariyadi. Ia menilai partisipasi warga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan lingkungan desa.
Sebagaimana diberitakan Kabarzindo, Sabtu, (26/09/2026), Wariyadi menyampaikan pencegahan DBD perlu dilakukan secara bersama-sama melalui kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
“Pencegahan DBD merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat, rutin memeriksa lingkungan rumah, serta melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk. Kepedulian sederhana yang dilakukan secara rutin dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan keluarga dan lingkungan,” ungkap Wariyadi.
Dalam sosialisasi tersebut, warga mendapatkan pemahaman mengenai cara mengenali potensi perkembangbiakan Aedes aegypti serta tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Upaya tersebut mencakup menjaga kebersihan tempat tinggal dan menghilangkan lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Peran kader kesehatan, perangkat desa, dan bidan desa juga dinilai penting untuk membantu mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala DBD.
Wariyadi berharap sosialisasi GALAKSY tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan tindakan nyata di tengah masyarakat. Sinergi antara Babinsa, pemerintah desa, dan Puskesmas diharapkan terus berjalan agar upaya pencegahan penyakit dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau masyarakat Desa Sawocangkring.
Melalui gerakan tersebut, Desa Sawocangkring diharapkan semakin mampu membangun kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan sehingga pencegahan DBD dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara