Program Tiga Juta Rumah Sasar Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep

SUMENEP – Sebanyak delapan dari 50 titik calon penerima program bedah rumah bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumenep (Sumenep), Jawa Timur, telah lolos verifikasi. Pemerintah menargetkan proses renovasi rumah penerima manfaat mulai dilakukan bulan depan setelah Surat Keputusan (SK) penetapan diterbitkan.

Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Verifikasi faktual dilakukan untuk memastikan rumah dan calon penerima memenuhi persyaratan sebelum renovasi dilaksanakan.

“Proses renovasi kemungkinan mulai bulan depan, kami masih menunggu SK penetapan,” ujar Koordinator program BSPS Sumenep Agung Candra dalam keterangan di Jakarta, Senin, sebagaimana dilansir Antara, Senin, (10/08/2026).

Verifikasi lapangan menyasar tiga titik rumah orang tua siswa Sekolah Rakyat. Lokasinya berada di Desa Pabian serta Desa Panggarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Salah satu penerima yang diverifikasi ialah Susanti di Dusun Pasar Kayu, RT 1/RW 1, Desa Pabian. Dua lokasi lainnya merupakan rumah Indri Novianti dan Ika Triani di Desa Panggarangan.

Dari total kuota 50 titik untuk Sumenep, delapan rumah telah dinyatakan lolos verifikasi. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum bantuan renovasi direalisasikan kepada keluarga penerima manfaat.

Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib saat mengunjungi salah satu rumah penerima menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pendidikan anak, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kondisi kehidupan keluarganya.

“Ini segera kita proses, di Sekolah Rakyat tak hanya anaknya disekolahkan, tapi orang tuanya juga diberdayakan,” katanya.

Susanti, ibu empat anak, menyampaikan keluarganya juga menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), serta program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE). Bantuan pemberdayaan yang diterimanya berupa peralatan untuk menunjang usaha.

“Dapat berupa barang freezer, untuk jualan es keliling di pasar malam,” katanya.

Sementara itu, kondisi rumah Indri Novianti dan Ika Triani menjadi perhatian karena keduanya menjalankan usaha laundry. Tim Kementerian PKP diminta menyesuaikan rancangan renovasi dengan kebutuhan aktivitas ekonomi keluarga penerima.

“Sesuaikan profil rumahnya dengan usahanya, tempat laundry di mana segala macam,” katanya.

Selain memperbaiki kondisi tempat tinggal, pemerintah mendorong agar keluarga penerima mendapatkan dukungan pemberdayaan sehingga manfaat program dapat berlanjut pada peningkatan kemandirian ekonomi. Langkah tersebut diharapkan membuat intervensi pemerintah tidak berhenti pada perbaikan fisik rumah, tetapi turut memperkuat kesejahteraan keluarga siswa Sekolah Rakyat.

Secara nasional, program tiga juta rumah menargetkan renovasi 10 ribu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui BSPS. Kolaborasi Kemensos dan Kementerian PKP itu diarahkan untuk meningkatkan kelayakan hunian sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Modal Usaha Desa Diperluas, Pemerintah Bidik 10.000 Desa

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menyiapkan proyek percontohan pembiayaan bagi 500 hingga 1.000 desa sebagai tahap …

Strategi Baru Pariwisata RI: Desa, Pendidikan, hingga Promosi Global

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah memperluas pengembangan pariwisata hingga tingkat desa dengan mengintegrasikan potensi wisata, pendidikan, …

Industri Penghasil Karbon Didorong Beri Insentif untuk Pelestari Mangrove

PDF 📄DEPOK – Nilai karbon yang tersimpan di ekosistem mangrove mulai diproyeksikan menjadi salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *