Restorasi Lamun di Lampung Buka Peluang Budidaya Kepiting dan Rajungan

PESAWARAN – Upaya memulihkan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai dijalankan di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, melalui penanaman 1.000 batang lamun dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) LESTARI (Lamun untuk Ekosistem Sehat, Tangguh, dan Ekonomi Mandiri). Program yang berlangsung pada 23–24 Juli 2026 itu juga disertai pelatihan budidaya kepiting dan rajungan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan bagi warga pesisir.

Program tersebut digagas PT Pelindo Sinergi Lokaseva sebagai bentuk integrasi antara restorasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Selain penanaman lamun, kegiatan meliputi sosialisasi pelestarian ekosistem pesisir, peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, serta pendampingan budidaya perikanan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Senior Vice President (SVP) Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi dapat berjalan secara bersamaan.

“Hari ini bukan sekadar penanaman lamun. Hari ini adalah awal dari sebuah komitmen bersama bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Kami meyakini bahwa ekosistem yang sehat akan menghasilkan sumber daya yang lestari, dan sumber daya yang lestari akan membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ujar Dewi, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (24/07/2026).

Ia menjelaskan padang lamun memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai biota laut, pelindung alami garis pantai dari abrasi, penyaring kualitas perairan, serta penyerap karbon biru (blue carbon) yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

“Perlindungan dan restorasi lamun juga sejalan dengan agenda global dalam mendorong pemulihan ekosistem pesisir dan pembangunan berkelanjutan. Melalui Program TJSL LESTARI, PT Pelindo Sinergi Lokaseva ingin mengambil bagian melalui aksi nyata di tingkat lokal,” tambahnya.

Pelaksanaan program melibatkan Pemerintah Desa (Pemdes) Sidodadi, Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Jaya Lestari, Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia (YAPERSI), serta masyarakat pesisir. Kolaborasi tersebut juga menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui sinergi pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Program ini turut mengimplementasikan Employee Social Responsibility (ESR) dengan melibatkan pekerja perusahaan dalam berbagai kegiatan lapangan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat budaya kolaborasi di internal perusahaan.

Kepala Desa (Kades) Sidodadi, Tunggal, menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami mengapresiasi PT Pelindo Sinergi Lokaseva atas pelaksanaan Program TJSL LESTARI di Desa Sidodadi. Program ini diharapkan mampu menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus menjadi penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan dan budidaya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua KTH Bina Jaya Lestari, Andi Sofian, menilai keberadaan padang lamun sangat menentukan keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir.

“Kami selaku Kelompok Tani Hutan Bina Jaya Lestari mengucapkan terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva atas Program TJSL LESTARI ini. Bagi kami, padang lamun bukan hanya bagian dari ekosistem laut, tetapi juga menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir. Kami berharap program ini dapat terus menjaga ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pendampingan dan budidaya yang berkelanjutan,” katanya.

Program TJSL LESTARI mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem laut, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. PT Pelindo Sinergi Lokaseva berharap model pengelolaan kawasan pesisir di Desa Sidodadi dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Mahasiswa UGM Gandeng Desa Atasi Persoalan Sampah Bertahun-Tahun

PDF đź“„MAMUJU – Pengelolaan sampah menjadi fokus utama program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) …

Pemkab Banyuwangi Tampung Ide Anak untuk Kebijakan Lingkungan

PDF đź“„BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menjadikan aspirasi puluhan pelajar sebagai bahan penyusunan kebijakan …

Pengelolaan Sampah Desa Jatiarjo Diperkuat Lewat Mini Insinerator

PDF đź“„PASURUAN – Upaya mengatasi persoalan sampah rumah tangga di Dusun Cowek, Desa Jatiarjo, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *