El Nino Perparah Kekeringan, Grobogan Siaga Hadapi Krisis Air

GROBOGAN – Krisis air bersih mulai meluas di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), seiring musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 34 desa di delapan kecamatan telah menerima distribusi bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan permintaan distribusi air bersih terus meningkat sejak Juni 2026. Bantuan telah disalurkan ke desa-desa di Kecamatan Grobogan, Toroh, Wirosari, Kedungjati, Purwodadi, Geyer, Tawangharjo, dan Kradenan.

“Permintaan dropping air sejak Juni dan kini sudah merambah 34 desa di 8 kecamatan,” kata Wahyu.

Menurutnya, berkurangnya debit sungai dan mengeringnya sumur-sumur warga menjadi penyebab utama krisis air bersih yang kini melanda sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diperkirakan akan semakin berat ketika puncak musim kemarau tiba pada Agustus mendatang.

“Saat ini paling banyak permintaan dropping air di wilayah Purwodadi karena sumur gali yang kedalaman hanya 8 meter udah kering termasuk sungai menyusut. Kondisi kekeringan saat ini masih bisa kita cover,” kata Wahyu.

Ia menambahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprakirakan musim kemarau 2026 berlangsung lebih kering dan lebih panjang akibat pengaruh El Nino, yakni fenomena meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia.

“Karenanya sudah ada antisipasi awal dengan diterbitkan SK siaga darurat kekeringan dan karhutla sejak Mei. Berbagai persiapan pun sudah kami upayakan,” terang Wahyu.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Grobogan telah menyiapkan 120 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila dampak kekeringan semakin meluas.

“Kami akan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan untuk suplai air jika kekeringan semakin parah. Semoga baik-baik saja,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa (14/7/2026), Pemkab Grobogan juga telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan sejak Mei 2026 sebagai bagian dari upaya mitigasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih ekstrem tahun ini. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Babinsa dan Warga Rejoso Bergotong Royong Bangun Jamban Sehat

PDF 📄BLITAR – Upaya meningkatkan sanitasi keluarga di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, dilakukan …

Sedekah Bumi Cibuntu Digelar 17 Oktober, Tradisi Desa Wisata Kuningan Kembali Hadir

PDF 📄KUNINGAN – Tradisi Sedekah Bumi Cibuntu kembali dijadwalkan berlangsung di Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan …

Bukan Sekadar Tradisi, Merti Desa di Temanggung Bawa Pesan Pelestarian Alam

PDF 📄TEMANGGUNG – Pelestarian sumber mata air menjadi salah satu pesan penting dalam tradisi Merti …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *