Bojonegoro Optimalkan Potensi Desa Melalui Wisata Kali Pacal

BOJONEGORO Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong pengembangan wisata berbasis desa melalui peluncuran program Pesona Kali Pacal Car Free Day (CFD) di Desa Semen Kidul, Kecamatan Sukosewu, Minggu (21/6/2026). Program tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik wisata lokal yang semakin diminati warga.

Peluncuran perdana Pesona Kali Pacal CFD berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemuda, hingga warga sekitar. Kegiatan ini menjadi upaya mengoptimalkan potensi kawasan wisata Kali Pacal sebagai pusat aktivitas publik yang produktif.

Camat Sukosewu, Alit Saksama Purnayoga, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari kolaborasi antara masyarakat, Karang Taruna, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pemerintah desa yang kemudian mendapat dukungan penuh dari Pemkab Bojonegoro.

“Kegiatan ini akan digelar secara rutin setiap hari Minggu. Harapannya menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Alit, sebagaimana dilansir Ketik, Senin (22/06/2026).

Sejak pelaksanaan perdana, dampak ekonomi mulai dirasakan masyarakat. Lebih dari 100 pelaku UMKM membuka lapak dan menawarkan berbagai produk unggulan kepada pengunjung. Dukungan juga diberikan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro melalui penyediaan puluhan tenda untuk menunjang aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro, Cantika Wahono, menilai keberadaan CFD membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM dalam memperkenalkan produk dan meningkatkan daya saing usaha.

“Kami siap mendampingi UMKM agar semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Cantika.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata dan UMKM membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha agar mampu memperkuat identitas kawasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi inisiatif Kecamatan Sukosewu yang dinilai berhasil menghadirkan ruang publik yang tidak hanya menjadi sarana olahraga dan rekreasi, tetapi juga mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa.

“Program seperti ini sangat positif karena mampu menghadirkan aktivitas masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Nurul menjelaskan pengembangan Pesona Kali Pacal CFD sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka pengangguran, serta penguatan konektivitas wilayah.

Melalui program tersebut, kawasan Sukosewu diharapkan berkembang menjadi pusat wisata desa yang memadukan olahraga, hiburan, dan ekonomi kerakyatan serta dapat menjadi model pengembangan potensi wilayah bagi kecamatan lain di Bojonegoro. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Tarubatang Tanam Kabel 1,5 Meter untuk Dukung Paralayang

PDF 📄Penataan jaringan listrik dan Wi-Fi di kawasan Tomsu, Desa Tarubatang, dilakukan untuk mendukung keselamatan …

Pecinan Kranggan Jadi Desa Wisata Baru, Andalkan Sejarah dan Budaya

PDF 📄Pecinan Kranggan resmi menjadi Desa Wisata Krabat Pecinan, dengan pengembangan berbasis masyarakat yang mengangkat …

Vannivelampatti, Desa yang Mewariskan Nama Tokoh Komunis

PDF 📄Tradisi memberi nama Marx, Lenin, dan tokoh komunis lainnya di Vannivelampatti menjadi cara warga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *