KABUPATEN TANGERANG – Upaya penanganan sampah liar di wilayah Kecamatan Legok terus diperkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Legok dan Pemerintah Desa (Pemdes) Babat. Kegiatan pembersihan dan pengangkutan sampah yang dilakukan di sejumlah ruas jalan dinilai tidak hanya bertujuan memperbaiki kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Aksi bersih lingkungan tersebut dilaksanakan di Jalan Babat–Mekarjaya, Jalan Babat–Kebon Baru, dan Jalan Babat–Bojongkamal. Petugas kecamatan, Pemdes Babat, serta warga setempat bergotong royong mengangkut tumpukan sampah yang selama ini mengganggu estetika kawasan dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat.
Camat Legok, M. Yusuf Fackhroji, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan kawasan yang sehat, aman, nyaman, dan layak huni.
“Kami bersama Pemerintah Desa Babat terus berupaya menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah yang menumpuk, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar,” ujar Yusuf, sebagaimana diwartakan Banten Ekspres, Selasa, (02/06/2026).
Selain membersihkan tumpukan sampah, pemerintah setempat juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang limbah rumah tangga di pinggir jalan, saluran air, maupun lahan kosong karena dapat memicu pencemaran lingkungan dan menimbulkan berbagai penyakit.
“Kami mengajak seluruh warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sampah yang dibuang di pinggir jalan, saluran air, maupun lahan kosong dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta menjadi sumber berbagai penyakit,” katanya.
Yusuf menjelaskan, penumpukan sampah pada saluran drainase juga berisiko meningkatkan potensi banjir saat musim hujan. Karena itu, kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Ketika saluran air tersumbat oleh sampah, maka risiko banjir akan semakin tinggi. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi budaya bersama,” tegasnya.
Pemerintah kecamatan juga mengimbau warga untuk tidak membakar sampah secara sembarangan. Asap hasil pembakaran dinilai dapat mencemari udara dan memicu gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Asap dari pembakaran sampah dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa,” jelasnya.
Menurut Yusuf, upaya menjaga kebersihan dapat dimulai dari langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah rumah tangga, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan buang sampah sembarangan. Jika seluruh masyarakat memiliki kesadaran yang sama, maka lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman akan terwujud dengan mudah,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan yang melibatkan Pemdes Babat dan warga tersebut mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan kawasan desa yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang.
“Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan Desa Babat yang bersih, sehat, nyaman, dan semakin hebat. Lingkungan yang bersih bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga investasi bagi kesehatan generasi mendatang,” tutupnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara