DEMAK – Upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di kalangan anak-anak terus diperkuat melalui program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak (Demak). Sepanjang Mei 2026, para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar berbagai kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa taman kanak-kanak hingga sekolah dasar guna membentuk kebiasaan sehat sejak usia dini.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan anak melalui pendekatan interaktif yang disesuaikan dengan kelompok usia peserta. Materi yang diberikan mencakup edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), perlindungan diri melalui program “Kenali Tubuhku”, serta penyuluhan bahaya merokok dan kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan CTPS dilaksanakan di TK Eka Kapti Jaya pada 11 Mei 2026. Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN mengenalkan enam langkah mencuci tangan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penyampaian materi dilakukan melalui metode bernyanyi, simulasi penggunaan sabun, serta praktik langsung agar mudah dipahami anak-anak.
Selain pembelajaran kebersihan tangan, peserta juga mengikuti makan bersama sebagai bentuk pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.
Program berikutnya berupa edukasi “Kenali Tubuhku” yang ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 sekolah dasar. Kegiatan yang berlangsung pada 16 dan 19 Mei 2026 itu bertujuan meningkatkan pemahaman anak mengenai anggota tubuh, batasan diri, serta area pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain sebagai langkah pencegahan kekerasan seksual terhadap anak.
Untuk mempermudah pemahaman peserta, mahasiswa menggunakan metode gerak dan lagu bertema “Ini Area Privasiku” sehingga materi dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan.
Sementara itu, siswa kelas 4 hingga kelas 6 mendapatkan edukasi mengenai dampak merokok serta kesehatan reproduksi remaja. Materi bagi siswa laki-laki mencakup kandungan zat adiktif dalam rokok dan risiko kesehatan yang ditimbulkan, sedangkan siswa perempuan memperoleh pengetahuan tentang masa pubertas, siklus menstruasi, dan cara menjaga kebersihan organ reproduksi.
Kepala TK Eka Kapti Jaya, Mudhoifah, mengapresiasi kegiatan yang dinilai membantu peserta didik memahami pentingnya menjaga kebersihan sejak dini.
“Dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan informasi kepada anak-anak dan membantu mereka mengetahui cara cuci tangan yang benar. Kemudian anak dapat mengaplikasikan cara cuci tangan yang benar baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala SD Negeri Bantengmati 1, Atmawati, yang menilai materi kesehatan reproduksi dan bahaya merokok sangat dibutuhkan siswa yang mulai memasuki usia remaja.
“Anak-anak usia menjelang remaja memang perlu diberikan informasi mengenai bahaya merokok serta kesehatan reproduksi agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan diri,” tuturnya.
Program edukasi kesehatan tersebut diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk perilaku hidup sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa, sebagaimana diberitakan Jatengnews, Rabu, (03/06/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara