UMY Dampingi Warga Semoyo Bentuk Pokdarwis Baru untuk Wisata Berkelanjutan

GUNUNGKIDUL – Upaya memperkuat kelembagaan pariwisata di Kalurahan Semoyo, Kabupaten Gunungkidul (Gunungkidul), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus dilakukan guna mendorong pengembangan desa wisata berbasis edukasi herbal yang berkelanjutan. Penguatan organisasi dinilai menjadi kunci agar potensi wisata lokal mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Program pendampingan tersebut dilaksanakan oleh dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Eko Atmojo, melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Melembagakan dan Mensinergikan Desa Wisata Berkelanjutan yang digelar di Kalurahan Semoyo pada Minggu (24/05/2026).

Kegiatan ini berfokus pada penguatan kelembagaan dan pembentukan kembali Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sebelumnya tidak lagi aktif. Kondisi tersebut menyebabkan pengelolaan sektor wisata desa berjalan kurang optimal meskipun memiliki potensi unggulan berupa wisata edukasi herbal.

“Kalurahan Semoyo memiliki potensi yang cukup kuat di bidang wisata edukasi herbal. Di sana sudah terbentuk sentra jahe dan kunyit yang menjadi kekuatan lokal masyarakat. Potensi seperti ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Eko kepada Humas UMY, sebagaimana diberitakan Gerbang Patriot, Jumat (29/05/2026).

Menurutnya, keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga kemampuan lembaga pengelola dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan menjalankan tata kelola yang baik.

“Desa wisata tidak cukup hanya memiliki potensi, tetapi juga membutuhkan lembaga yang mampu mengelola dan menggerakkan masyarakat. Karena itu, pendampingan ini difokuskan pada penguatan kelembagaan, mulai dari pemahaman tata kelola hingga pembentukan kembali Pokdarwis agar pengembangan wisata dapat berjalan lebih terstruktur,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan sosialisasi mengenai regulasi terbaru terkait kelembagaan desa wisata sekaligus mendampingi proses pembentukan kembali Pokdarwis. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 calon pengurus dan warga yang akan terlibat dalam pengembangan sektor wisata di Kalurahan Semoyo.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam menyusun rencana pembentukan kepengurusan baru serta mengidentifikasi potensi wisata unggulan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik desa.

“Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bahkan mulai menyusun rencana pembentukan pengurus Pokdarwis baru dan mengidentifikasi potensi utama yang bisa dikembangkan dalam sektor wisata. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun desa wisata yang lebih hidup dan berkelanjutan,” pungkas Eko.

Melalui penguatan kelembagaan dan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah kalurahan, potensi wisata herbal di Semoyo diharapkan berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat identitas wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Gunungkidul. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Bengkel Bidik Peluncuran Desa Wisata pada 2027

PDF đź“„BULELENG – Pengembangan desa wisata di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, diarahkan untuk …

Potensi Wisata Desa Gunung Malang Dibidik hingga Pasar Mancanegara

PDF đź“„Desa Gunung Malang memperkuat pengelolaan potensi wisata alam, budaya, pertanian, dan edukasi sekaligus mendorong …

Konten Kreatif Jadi Kunci Promosi Wisata Desa Gunung Malang

PDF đź“„Desa Gunung Malang didorong memanfaatkan teknologi dan kreativitas masyarakat untuk memperkuat promosi potensi wisata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *