Pelabuhan Cirebon Perkuat Rantai Pasok Jagung untuk Peternak Jawa Barat

KUNINGAN Ketahanan pangan nasional tidak hanya ditopang oleh peternak dan petani, tetapi juga bergantung pada kelancaran distribusi jagung pakan yang menghubungkan pelabuhan, peternakan, hingga pasar. Di Kabupaten Kuningan (Kuningan), Jawa Barat (Jabar), rantai pasok tersebut menjadi penopang ekonomi ribuan warga sekaligus menjaga produksi telur untuk kebutuhan masyarakat.

Salah satu pelaku yang merasakan langsung manfaat rantai distribusi tersebut adalah Agus Supriatna, pekerja peternakan ayam petelur di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana. Selama tujuh tahun terakhir, Agus menggantungkan penghasilan keluarganya dari aktivitas pemeliharaan ribuan ayam petelur yang menjadi bagian dari sistem produksi pangan nasional.

“Sudah tujuh tahun dari 2019, ngasih pakan pagi dan siang, panen telur, terus perawatan, saya pegang sekitar 2.700 ekor dan upahnya Rp 2 juta. Alhamdulillah buat nafkah istri dan anak di rumah,” kata Agus, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat, (29/05/2026).

Peternakan tempat Agus bekerja dikelola Dadan Bahrul Ulum melalui usaha Umam Ayam Sakti. Usaha yang dirintis sejak 2015 tersebut kini berkembang dengan populasi sekitar 35.000 ekor ayam petelur dan mempekerjakan 15 warga setempat.

Menurut Dadan, keberlangsungan usaha peternakan sangat bergantung pada ketersediaan jagung sebagai bahan utama pakan. Setiap hari, peternak membutuhkan pasokan jagung dalam jumlah besar untuk menjaga produktivitas ternak dan memenuhi kebutuhan pasar.

“Saya juga tidak menyangka, usaha yang dirintis kecil-kecilan di tahun 2015, perlahan berkembang. Kandang ini bisa bermanfaat tak hanya untuk yang kerja di sini, tapi juga mereka yang terlibat pada seluruh mata rantai produksi, nah, salah satunya untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan program pemerintah lainnya,” ujar Dadan.

Dadan mengungkapkan, sektor peternakan sempat menghadapi tantangan akibat kelangkaan jagung pada 2021 hingga 2022. Kondisi tersebut mendorong peternak mencari pasokan dari berbagai sumber dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Untuk menjaga stabilitas pasokan, Perum Bulog melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menyalurkan jagung pakan kepada peternak. Pada tahap awal 2026, ratusan ton jagung telah disalurkan kepada peternak yang tergabung dalam koperasi di wilayah Cirebon dan Kuningan.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, Asep Taufik Rahman, menyebut kebutuhan jagung di Kuningan mencapai sekitar 145 ton per hari untuk menopang lebih dari 2,4 juta populasi ayam petelur yang tersebar di puluhan peternakan.

“Kami juga berusaha memastikan ketersediaan pakan agar dapat memenuhi kebutuhan ternak yang jumlahnya jutaan ekor. Keamanan terhadap harga juga menjadi konsentrasi. Jadi komunikasi dengan peternak besar, menengah, kecil, asosiasi, koperasi, dan juga Bulog Cirebon terus kami jaga,” kata Taufik.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Mahdi, menegaskan pelabuhan memiliki peran penting dalam menjamin distribusi jagung dari berbagai daerah sentra produksi menuju wilayah peternakan di Jabar.

“Pasti, kita arahnya ke sana (menggunakan pelabuhan). Karena nanti ke depan, targetnya pasti akan jauh lebih tinggi. Setelah ada target penyerapan, penetapan target penyaluran dari pemerintah, kita pasti gunakan skema minta pengiriman dari sentra penghasil jagung melalui Pelabuhan,” ujarnya.

Peran strategis distribusi tersebut juga didukung PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) Nonpetikemas Cabang Cirebon yang menjadi pintu masuk berbagai komoditas, termasuk jagung pakan. Sepanjang 2025, ratusan ribu ton jagung dibongkar melalui pelabuhan tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri peternakan dan pangan.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon, Hari Priyatna, mengatakan keberadaan pelabuhan menjadi penghubung penting distribusi logistik antarwilayah sekaligus penopang aktivitas ekonomi nasional.

“PTP Pelabuhan Nonpetikemas Cabang Cirebon ini sangat strategis karena menjadi satu-satunya pintu masuk dan keluar sejumlah komoditas di bagian paling timur Provinsi Jawa Barat. Pelabuhan ini juga menjadi gerbang distribusi logistik untuk menggerakan roda ekonomi nasional serta ketahanan pangan,” kata Hari.

Selain memperkuat distribusi logistik, pengelola pelabuhan juga menerapkan digitalisasi layanan melalui sistem operasional terintegrasi guna meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendukung pencegahan korupsi dalam aktivitas kepelabuhanan.

Keberlangsungan pasokan jagung dari pelabuhan hingga peternakan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produksi telur, mendukung program pemerintah, serta memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. [].

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Berumah Behume Satukan Warga dan Petani di Desa Ibul

PDF đź“„BANGKA BARAT – Tradisi Berumah Behume kembali digelar masyarakat Desa Ibul, Kecamatan Simpang Teritip, …

Warga Perbatasan dan TNI Bersinergi Wujudkan Akses Jalan Lebih Baik

PDF đź“„TIMOR TENGAH UTARA – Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan kembali mendapat dukungan melalui kolaborasi …

HUT Desa Sumber Mulia Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Kebersamaan

PDF đź“„TANAH LAUT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 Desa Sumber Mulia di Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *