TTS Siapkan 100 Pompa Air Hadapi Ancaman Godzilla El Nino

SOE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Timor Tengah Selatan (TTS) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena Godzilla El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir 2026. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah sistem pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian dan mempertahankan produktivitas pangan di wilayah TTS.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) TTS, pemerintah daerah mulai melakukan berbagai persiapan menghadapi kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Fenomena El Nino diprediksi berdampak pada sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama pada periode Juli hingga November 2026.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Kadis TPHP) TTS, Jacob Benu, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendukung penyediaan sarana pompanisasi.

“El Nino diperkirakan akan bergerak pada sementara dua atau sekitar bulan Juli hingga Oktober-November. Saat ini kita sudah mempersiapkan diri berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk penyiapan pompanisasi, jika kondisi lahan kita mengalami kekeringan pada waktu-waktu tersebut,” jelasnya pada Selasa (19/5/2026), sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Selasa (19/05/2026).

Menurutnya, kondisi lahan pertanian pada musim tanam pertama masih tergolong aman dari ancaman kekeringan dan sebagian besar areal pertanian mendekati masa panen. Namun, langkah mitigasi tetap disiapkan untuk mendukung musim tanam kedua, khususnya dalam upaya meningkatkan indeks pertanaman padi hingga dua kali tanam dalam setahun.

Jacob menjelaskan, pompanisasi akan dilakukan apabila sumber-sumber air mengalami penurunan debit selama musim kemarau. Untuk mendukung program tersebut, Dinas TPHP TTS telah mengusulkan sekitar 100 unit pompa kepada Kementerian Pertanian.

“Jika ada sumber-sumber air yang debitnya menurun, kita akan melakukan pemompaan. Saat ini kita sudah mengusulkan ke Kementerian Pertanian kurang lebih 100 unit pompa,” gambarnya optimistis.

Selain menyiapkan sarana pengairan, Pemkab TTS juga melakukan pendataan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) untuk musim tanam kedua serta mempersiapkan kebutuhan benih dan pupuk bagi petani.

Di sisi lain, pemerintah daerah tengah mendorong penyusunan rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) guna memperkuat perlindungan kawasan pertanian produktif melalui pemetaan lahan berkelanjutan.

Upaya penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui program cetak sawah rakyat seluas 3.046,95 hektare yang tersebar di Desa Bena, Desa Oebelo, Desa Abi, Desa Nualunat, Desa Oetuke, Desa Tuafanu, Desa Polo, Desa Bila, dan Desa Mio. Pemerintah berharap lahan persawahan tersebut dapat mulai diolah secara optimal pada akhir 2026 hingga awal 2027.

Selain itu, pada 2026 pemerintah juga akan melaksanakan program optimalisasi lahan (OPLA) seluas sekitar 1.600 hektare melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi primer dan sekunder menjadi saluran permanen guna mendukung ketahanan pangan daerah. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pertanian Bulukumba Bersiap, Persemaian Inpari 42 Masuki Fase Optimal

PDF 📄BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan …

Dari Desa ke Pasar Global, Hilirisasi Pertanian Perkuat Ekonomi RI

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah menargetkan penguatan ekonomi nasional melalui percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan. …

Sumur Bor Kelima TMMD Bantu Irigasi Sawah Warga Desa Godo

PDF 📄PATI – Ketersediaan air untuk lahan pertanian di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *