CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mempercepat pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah dengan mengoptimalkan potensi destinasi unggulan, memperkuat desa wisata, serta meningkatkan konektivitas transportasi menuju kawasan wisata dan perdagangan internasional.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan strategi tersebut dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah (Jateng) 2026 bertema pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah yang digelar di Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).
Menurut Ammy, Pemkab Cilacap tengah memprioritaskan revitalisasi kawasan wisata Pantai Teluk Penyu agar kembali menjadi destinasi andalan di pesisir selatan Jateng. Upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak karena sebagian kawasan berada dalam kewenangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
“Skema yang paling memungkinkan yaitu menunjuk pihak ketiga sebagai pengelola dan disetujui Pemkab. Kami mohon bantuan komunikasi Pak Gubernur dengan Pangdam agar pengelolaan kawasan pesisir bisa berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerja sama pengelolaan Teluk Penyu sebelumnya sempat terkendala setelah adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pola kerja sama antarlembaga yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain Teluk Penyu, Pemkab Cilacap juga menyiapkan pengembangan Benteng Pendem sebagai kawasan cagar budaya nasional. Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan Menteri Kebudayaan untuk memperkuat pengembangan kawasan bersejarah tersebut sebagai destinasi wisata unggulan.
Penguatan sektor wisata juga dilakukan melalui pengembangan kawasan Rawa Bendungan sebagai destinasi wisata berbasis syariah. Di sisi lain, keberadaan 19 desa wisata yang dikelola pemerintah desa menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pemkab Cilacap juga mendorong penguatan ekonomi syariah melalui kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jateng. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Bank Infaq berbasis syariah dengan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten (Kab.) Cilacap sebagai lembaga penjamin.
Tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, Pemkab Cilacap juga memperkuat akses transportasi udara melalui pengoperasian kembali penerbangan di Bandara Tunggul Wulung. Komunikasi dengan maskapai penerbangan telah dilakukan untuk membuka rute baru yang diharapkan mampu mendukung mobilitas wisatawan dan pelaku usaha.
Rute penerbangan Halim-Cilacap ditargetkan dapat beroperasi tahun ini seiring penyelenggaraan sejumlah agenda berskala internasional, termasuk ajang motocross internasional dan Cilacap Night Carnival.
Selain itu, Pemkab Cilacap turut mendorong pengembangan Pelabuhan Tanjung Intan menjadi pelabuhan internasional noncurah. Letak strategis Cilacap yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi gerbang perdagangan internasional baru di wilayah selatan Pulau Jawa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng mendukung langkah tersebut dengan tetap menekankan pentingnya pembenahan infrastruktur secara menyeluruh serta kehati-hatian dalam pengelolaan kawasan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Informasi ini sebagaimana diberitakan Cilacap Update, Selasa (19/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara