BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan pengawasan terhadap kesiapan benih padi varietas Inpari 42 di Desa Bontoharu, Kecamatan Rilau Ale, sebagai langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan musim tanam gadu Oktober-Maret (Okmar) 2026/2027.
Pemantauan dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di lokasi persemaian dan penangkaran benih padi. Hasil pengawasan menunjukkan bibit yang disiapkan telah memasuki fase optimal dan siap dipindahkan ke lahan tanam utama menggunakan sistem tanam pindah.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Bulukumba, Nur Jasman, mengatakan kesiapan benih menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian daerah.
“Monev di lokasi persemaian padi yang siap dipindahkan ke media tanam dengan sistem tanam pindah. Lokasi penangkaran benih padi varietas inpari 42,” ujarnya, sebagaimana dilansir Radar Selatan, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, pengawasan terhadap proses pembibitan dilakukan untuk memastikan kualitas benih tetap terjaga sebelum disalurkan kepada petani. Ketersediaan benih unggul dinilai menjadi salah satu penentu keberhasilan musim tanam sekaligus upaya menjaga produktivitas pertanian di wilayah Bulukumba.
Nur Jasman menambahkan bahwa stok benih yang tersedia saat ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam berikutnya.
“Untuk kebutuhan benih persiapan di musim tanam berikutnya yaitu masa tanam gadu okmar 2026/2027,” tambahnya.
Varietas Inpari 42 yang dikembangkan di Desa Bontoharu diproyeksikan mampu mendukung peningkatan hasil panen petani. Selain memenuhi kebutuhan benih lokal, program penangkaran tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Bulukumba. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara