Dukungan CSR Percepat Pembangunan TPST di Desa Lontar

KABUPATEN TANGERANG Pemerintah Desa (Pemdes) Lontar, Kecamatan Kemiri, mulai merealisasikan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah desa. Proyek yang berlokasi di RT 15 RW 02 itu dikerjakan melalui kolaborasi antara Pemdes Lontar dan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 Lontar.

Pembangunan TPST tersebut diawali dengan tahap pengurugan lahan yang telah berlangsung selama empat hari. Fasilitas pengelolaan sampah itu diharapkan mampu mengurangi praktik pembuangan sampah sembarangan sekaligus menciptakan sistem pengelolaan lingkungan yang lebih tertata dan berkelanjutan.

Kepala Desa (Kades) Lontar, Dodi Rissi Slamet, mengatakan pembangunan TPST menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan lingkungan yang lebih bersih.

“Alhamdulillah, sudah empat hari ini kami melakukan pengurugan untuk lahan TPST Desa Lontar. Pembangunan TPST ini merupakan salah satu instruksi langsung dari Bapak Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, sekaligus merespons aspirasi dari masyarakat yang mendambakan lingkungan bersih,” ujar Dodi, sebagaimana diberitakan Banten Ekspres, Senin, (18/05/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemdes Lontar menggandeng PLTU 3 Lontar melalui program CSR yang dipimpin Senior Manager PLTU 3 Lontar, Ria Indrawan. Tahap awal pembangunan memanfaatkan material bottom ash atau residu batu bara yang telah digunakan untuk kebutuhan konstruksi.

Menurut Dodi, kebutuhan material pengurugan pada tahap pertama mencapai sekitar 150 ritasi bottom ash. Dukungan dari sektor industri dinilai mempercepat penyediaan infrastruktur desa yang dibutuhkan masyarakat.

“Tahapan pertama pengurugan ini membutuhkan volume yang lumayan besar, yakni kurang lebih sekitar 150 ritasi bottom ash. Kolaborasi dengan CSR PLTU 3 Lontar ini sangat membantu percepatan infrastruktur desa,” tambah Dodi.

Ia menilai persoalan sampah akan terus menjadi tantangan seiring meningkatnya aktivitas masyarakat. Karena itu, keberadaan TPST berbasis ekonomi sirkular menjadi salah satu upaya yang dipersiapkan untuk memperkuat tata kelola sampah di tingkat desa.

“Insyaallah, saya meminta doa dari seluruh masyarakat agar pembangunan ini cepat selesai. Semoga dengan adanya TPST ini bisa meminimalisir, walau belum mengatasi seluruhnya, perihal masalah sampah di Desa Lontar,” pungkasnya.

Keberadaan TPST Desa Lontar diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan, menekan volume sampah liar, serta menjadi fondasi pengelolaan sampah yang lebih efektif bagi masyarakat desa pada masa mendatang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kementerian HAM Turunkan 150 Ribu Petugas ke Desa

PDF đź“„TIMIKA – Pemerintah melalui Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menyiapkan 150.000 petugas tahap pertama …

HUT ke-81 RI, 5.000 Mangrove Ditanam untuk Selamatkan Pesisir Rote Ndao

PDF đź“„ROTE NDAO – Upaya pemulihan kawasan pesisir di Desa Baadale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa …

Masjid Wapauwe Bertahan 600 Tahun Berkat Aturan Adat

PDF đź“„MALUKU – Masjid Tua Wapauwe di Desa Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *