DONGGALA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Donggala dari Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Nasir Abdul Fattah, mendorong kantor desa dimanfaatkan sebagai pusat literasi masyarakat guna meningkatkan budaya membaca dan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
Menurut Nasir, momentum Hari Buku Nasional 2026 perlu dimanfaatkan untuk memperkuat budaya membaca hingga tingkat desa. Ia menilai fasilitas buku bacaan yang tersedia di kantor desa selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Setiap kantor desa sebenarnya sudah memiliki buku-buku bacaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini harus didorong agar budaya membaca semakin tumbuh,” ujar Nasir, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan kantor desa tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan administrasi, tetapi juga dapat dijadikan ruang edukasi untuk meningkatkan wawasan masyarakat desa.
Nasir menilai Kepala Desa (Kades) memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca, khususnya bagi generasi muda di pedesaan. Dengan meningkatnya budaya literasi, masyarakat diharapkan mampu menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang terus berkembang.
“Kepala desa harus menjadi penggerak literasi di wilayahnya masing-masing. Dengan membaca, masyarakat bisa menambah wawasan dan pengetahuan,” jelasnya.
Ia mengatakan penguatan budaya membaca tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan lingkungan pendidikan agar minat baca tumbuh secara berkelanjutan.
Nasir berharap peringatan Hari Buku Nasional tidak sekadar menjadi agenda tahunan seremonial, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah, sebagaimana dilansir Okezone, Senin (18/05/2026). []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara