Tradisi Dayak Tetap Hidup, Gawai Meliau Satukan Masyarakat

SANGGAU Pelaksanaan Gawai Adat Dayak di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Kegiatan yang digelar di Rumah Adat Betang Pangsuma, Dusun Meliau Hilir, Desa Meliau Hilir, Senin (18/5/2026), berlangsung meriah dengan melibatkan unsur pemerintah, tokoh adat, hingga aparat keamanan.

Gawai Adat Dayak bertajuk “Dengan Nyopat Sowan, Kita Lestarikan Budaya Kita” itu dibuka secara resmi oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Meliau, Supar, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Meliau, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalbar, DPRD Kabupaten Sanggau, para camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.

Prosesi pembukaan diawali dengan ritual adat penyambutan menggunakan tarian tradisional, pancung buluh muda, dan tampung tawar sebagai simbol penghormatan serta doa keselamatan bagi masyarakat Dayak.

Dalam sambutannya, Yohanes Ontot menegaskan bahwa Gawai Dayak bukan hanya seremoni budaya, melainkan simbol rasa syukur masyarakat adat atas kehidupan, persaudaraan, dan kebersamaan yang terus terjaga hingga kini.

“Melalui kegiatan ini kita berharap persatuan antar sub suku Dayak semakin kuat, keharmonisan sosial terus terjaga dan generasi muda tetap mencintai budaya serta adat istiadat warisan leluhur,” ujar Yohanes Ontot sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Selasa, (19/05/2026).

Ia menambahkan, nilai gotong royong dan penghormatan terhadap leluhur harus terus dipertahankan sebagai identitas masyarakat Dayak di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Kapolsek Meliau, Supar, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan adat yang dinilai mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Kehadiran Polri dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif selama kegiatan berlangsung,” ungkap Supar.

Kegiatan budaya tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 20 Mei 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda adat dan tradisi masyarakat Dayak di Kecamatan Meliau.

Untuk menjaga keamanan acara, pengamanan terpadu dilakukan personel Polsek Meliau bersama Komando Rayon Militer (Koramil) Meliau, Dinas Perhubungan Kabupaten Sanggau, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sanggau. Seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Enam Desa di Kotim Dikepung Banjir, BPBD Siaga Pantau Luapan Sungai

PDF đź“„PALANGKA RAYA – Banjir yang meluas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), …

Desa Wisata dan UMKM Diyakini Tumbuh Lewat KDKMP

PDF đź“„NGANJUK – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah …

Lembur Pakuan, Desa Wisata di Subang yang Cocok untuk Liburan Santai

PDF đź“„SUBANG – Lembur Pakuan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu destinasi desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *