BANYUWANGI – Tradisi budaya dan kegiatan religi akan mewarnai Dusun Sumberjo, Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi (Banyuwangi), dalam gelaran “Ruwat Dusun Sumberjo 2026” pada 15 hingga 16 Mei 2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di kediaman Kepala Dusun (Kasun) Sumberjo, Maryanto, dengan rangkaian acara mulai dari pengajian akbar, jalan sehat, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
Ruwatan dusun itu menjadi agenda masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga di tengah perkembangan zaman. Panitia menyiapkan berbagai kegiatan bernuansa religi, hiburan rakyat, dan seni budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Kegiatan pada Jumat (15/05/2026) diawali dengan khataman Al-Qur’an dan ikrar tasyakuran Ruwat Bumi Dusun Sumberjo. Suasana religius diharapkan menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas keselamatan dan keberkahan yang diterima warga desa.
Pada malam harinya, warga akan mengikuti Pengajian Akbar bersama Ustaz Zaenal Mustofa dari Rejoagung. Acara tersebut diperkirakan dihadiri masyarakat dari Dusun Sumberjo maupun wilayah sekitar Kecamatan Srono untuk mengikuti tausiah dan doa bersama.
Kemeriahan berlanjut pada Sabtu (16/05/2026) melalui kegiatan jalan sehat yang terbuka bagi masyarakat umum. Panitia juga menyiapkan sejumlah door prize untuk peserta sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang ikut memeriahkan kegiatan.
Setelah jalan sehat, masyarakat akan dihibur penampilan musik dari grup hiburan ONE PRO. Puncak acara digelar pada malam hari melalui Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk yang menghadirkan Ki Dalang Samur dan Ki Dalang Ikhwan, serta penampilan pelawak Gandu dan Penthul.
Kegiatan budaya tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai gotong royong, menjaga kelestarian budaya lokal, serta mempererat silaturahmi masyarakat desa. Panitia juga mengajak masyarakat Banyuwangi untuk ikut meramaikan rangkaian acara, sebagaimana dilansir Jmdn, Jumat, (15/05/2026).
Melalui kegiatan ruwatan dusun itu, masyarakat diharapkan terus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara