KEFAMENANU – Pemerintah Kecamatan Insana menggelar aksi penanaman pohon di bantaran Kali Noenebu, Desa Tapenpah, Rabu (6/5/2026), sebagai bagian dari Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat budaya gotong royong sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah longsor di kawasan ekowisata desa.
Aksi penanaman dilakukan dengan menanam pohon jambu air, bambu, dan beringin di sepanjang bantaran kali. Kegiatan itu melibatkan Camat Insana Yustinus Binsasi bersama jajaran kecamatan, Kepala Desa (Kades) Tapenpah Tomi Sikone, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perlindungan masyarakat (linmas), ketua RT/RW, kader posyandu, serta masyarakat Desa Tapenpah.
Camat Insana Yustinus Binsasi mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat. Hal itu juga dilakukan untuk menjaga kawasan sekitar aliran sungai agar tetap aman dan lestari.
“Giat dalam rangka BBGRM di Desa Tapenpah di bantaran kali dengan menanam jambu air, beringin, dan bambu,” ujarnya sebagaimana diberitakan Timex Kupang, Rabu (07/05/2026).
Menurutnya, penanaman pohon di sepanjang bantaran kali penting dilakukan untuk mengurangi risiko erosi dan longsor yang dapat mengancam lingkungan sekitar.
“Tujuannya selain memupuk kebersamaan gotong royong dan juga menjaga agar tidak terjadi longsor,” katanya.
Kades Tapenpah Tomi Sikone mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menjaga lingkungan desa tetap bersih, hijau, dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung kawasan ekowisata.
Salah seorang warga, Valentinus Bone, mengatakan penanaman pohon di bantaran kali memberikan manfaat bagi pelestarian lingkungan sekaligus mempercantik kawasan wisata desa.
Melalui kegiatan BBGRM tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan Desa Tapenpah yang berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara