Air Bersih Tak Mengalir, Siswi NTT Kirim Surat ke Presiden

MANGGARAI – Keterlambatan manfaat proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) air minum di Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu keluhan serius dari warga dan berdampak langsung pada aktivitas pendidikan anak-anak. Minimnya akses air bersih membuat siswa harus membantu keluarga mengambil air sebelum berangkat sekolah, sehingga sering datang dalam kondisi lelah dan terlambat.

Persoalan ini mencuat setelah Mariani Cesilia Ane, seorang siswi asal Desa Paralando, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berisi kondisi nyata di lapangan terkait belum optimalnya infrastruktur air bersih di wilayahnya. Dalam surat tersebut, ia menggambarkan bahwa proyek DAK air minum yang telah berjalan belum memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Tidak jarang kami datang ke sekolah dalam keadaan lelah, bahkan terlambat, karena harus membantu keluarga memenuhi kebutuhan air,” tulis Mariani dalam suratnya, sebagaimana dilansir Sumber Berita, Viva Ntt, Sabtu (02/05/2026).

Dalam surat yang ditulis pada momentum Hari Pendidikan Nasional, Mariani menjelaskan bahwa anak-anak di desanya masih harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih setiap hari. Kondisi ini tidak hanya mengganggu waktu istirahat, tetapi juga menurunkan konsentrasi belajar di sekolah.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan akses air bersih berdampak langsung pada kualitas pendidikan. Anak-anak tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga beban fisik sebelum proses belajar dimulai.

Mariani juga menyampaikan tiga permohonan utama kepada Presiden. Pertama, ketersediaan air bersih yang layak bagi warga desa. Kedua, terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Ketiga, pengawasan ketat terhadap proyek DAK agar benar-benar selesai dan tepat sasaran.

“Proyek DAK air minum yang seharusnya membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih. Namun sampai hari ini, proyek tersebut belum memberikan manfaat yang nyata,” tulisnya dalam surat tersebut.

Kondisi ini menjadi sorotan karena menunjukkan masih adanya kesenjangan layanan dasar di wilayah pedesaan, khususnya terkait infrastruktur air bersih yang berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat mempercepat evaluasi serta penyelesaian proyek agar kebutuhan dasar warga Desa Paralando dapat segera terpenuhi dan aktivitas pendidikan anak-anak tidak lagi terganggu. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pantau Tambak dari Rumah, Pembudidaya Kerapu Lamongan Makin Efisien

PDF đź“„Pemanfaatan teknologi berbasis IoT membantu pembudidaya kerapu di Lamongan menghemat pakan hingga 20 persen, …

Dinperpusar Demak Mulai Telusuri Arsip Bersejarah Desa Gebang

PDF đź“„Dinperpusar Kabupaten Demak berkoordinasi dengan Pemdes Gebang untuk mengidentifikasi dan menyelamatkan arsip statis yang …

Akademisi Ingatkan Pentingnya Verifikasi Sebelum Buku Sejarah Bengkel Dicetak

PDF đź“„Diskusi Panel Sejarah Desa Bengkel mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengumpulkan sumber dan silsilah leluhur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *