Tiga Desa Unggulan Bojonegoro Siap Bersaing di Sektor Wisata

BOJONEGORO – Tiga desa di Kabupaten Bojonegoro mulai menegaskan diri sebagai penggerak baru sektor pariwisata berbasis potensi lokal setelah ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik, yang tidak hanya fokus pada data, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif dan wisata berbasis masyarakat.

Ketiga desa tersebut yakni Desa Rendeng di Kecamatan Malo, Desa Pakuwon di Kecamatan Sumberejo, dan Desa Sonorejo di Kecamatan Padangan. Masing-masing desa mengembangkan keunggulan berbeda, mulai dari kerajinan tradisional, inovasi pelayanan publik, hingga wisata keluarga berbasis waduk.

Desa Rendeng dikenal sebagai sentra gerabah terbesar di Bojonegoro yang telah berkembang secara turun-temurun. Aktivitas produksi gerabah tidak hanya menjadi sumber ekonomi utama warga, tetapi juga berkembang menjadi wisata edukasi yang menarik pelajar dan wisatawan untuk belajar langsung proses pembuatannya.

Dengan predikat Desa Cantik, Desa Rendeng semakin memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.

Sementara itu, Desa Pakuwon menonjol dalam inovasi tata kelola desa. Desa ini telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa (SIMPEDES) sejak 2006, yang membuat pengelolaan administrasi dan data kependudukan berjalan tertib dan modern.

Selain itu, Pakuwon juga mandiri dalam penyediaan air bersih melalui program Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM). Model ini menjadi contoh bahwa desa wisata tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada kualitas pelayanan dan pengelolaan sumber daya.

Di sisi lain, Desa Sonorejo mengandalkan potensi wisata air melalui Waduk Sonorejo yang dikenal dengan Pesona Waduk Sonorejo (PWS). Destinasi ini berkembang menjadi tujuan wisata keluarga yang menawarkan rekreasi air serta kuliner lokal.

Kehadiran wisata waduk tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui usaha mikro, mulai dari penjualan makanan hingga jasa persewaan perahu.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, mengapresiasi langkah ketiga desa tersebut sebagai awal pengembangan potensi wilayah yang lebih luas. “Saat ini sudah ada tiga desa. Maka 25 kecamatan lainnya, keunggulannya apa? Mulai dari Desa Cantik, ke depan akan menyusul keunggulan masing-masing kecamatan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Suara Merdeka Jatim, Jumat, (17/4/2026).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menegaskan bahwa program Desa Cantik merupakan investasi jangka panjang dalam pengelolaan data desa. “Karena yang paling memahami desa adalah warga desa itu sendiri,” tegasnya.

Melalui pendekatan berbasis data dan potensi lokal, ketiga desa tersebut diharapkan mampu menjadi model pengembangan desa wisata yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan di Bojonegoro. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

15 Kades Sekadau Hulu Bersatu Desak Penyelesaian Jalan Sejirak-Rawak

PDF đź“„SEKADAU – Sebanyak 15 Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Sekadau Hulu bersepakat membawa aspirasi …

Tambang Emas Ilegal Ancam Sawah Warga, DLH Banyuwangi Turun Tangan

PDF đź“„BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi meminta aktivitas …

Bank Sampah Jolali Perkuat Ekonomi Warga dan Kebersihan Lingkungan

PDF đź“„BANJARBARU – Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *