CIAMIS – Program penguatan ketahanan pangan sekaligus pengembangan desa wisata di Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, mulai diarahkan sebagai model pembangunan ekonomi desa berbasis kolaborasi lembaga. Kegiatan yang digelar di area Sawah Lega, Dusun Cinangka, itu sekaligus menjadi momentum peresmian pusat bisnis desa sebagai penggerak ekosistem pertanian dan wisata lokal.
Kegiatan bertajuk “Pemerintah dan Lembaga Perekonomian Bersinergi Membangun Desa Sukasetia” tersebut dihadiri unsur pemerintah desa, lembaga desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pertanian, aparat kepolisian sektor Cihaurbeuti, Komando Rayon Militer (Koramil), kelompok tani, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Sukasetia, Tono Kartono, menegaskan bahwa pengembangan desa tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi antar-lembaga. Ia menyebut lokasi kegiatan merupakan area percontohan atau demplot pengembangan potensi desa yang masih terus ditata oleh berbagai unsur ekonomi desa.
“Tempat ini merupakan demplot atau percontohan pemberdayaan yang ada di Desa Sukasetia. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan memaksimalkan potensi desa, dengan fokus pada dukungan terhadap program ketahanan pangan serta pengembangan desa wisata,” ujar Tono sebagaimana dilansir Sumber Berita, Jumat (16/4/2026).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah desa dan lembaga ekonomi seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi desa, serta Kelompok Desa Mandiri Pangan (KDMP) diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Sukasetia Bisnis Center (SBC), Syarif Hidayat, menyebut program ini merupakan kelanjutan dari penguatan ketahanan pangan desa. Ia menjelaskan bahwa Sukasetia memiliki potensi unggulan seperti padi organik, perikanan, dan hortikultura yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum peresmian SBC (Sukasetia Bisnis Center) yang berfungsi sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, koperasi desa, dan kelompok tani agar dapat bersinergi dalam mendukung program ketahanan pangan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Kabid Penyuluhan Pertanian, Novi, menilai inisiatif Desa Sukasetia sebagai langkah inovatif dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis desa. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat daya saing pertanian lokal.
“Kolaborasi yang kuat akan membangun ekosistem ekonomi yang kokoh. Harapannya, inovasi ini terus berkembang sehingga Desa Sukasetia semakin sejahtera, khususnya di sektor pertanian, mengingat Kabupaten Ciamis memiliki pertanian sebagai program unggulan,” pungkasnya.
Inisiatif integrasi ketahanan pangan dan desa wisata ini diharapkan tidak hanya memperkuat produksi pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan wisata berbasis desa. Model ini menjadi salah satu strategi untuk mempercepat kemandirian desa di tengah tantangan ekonomi daerah. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara