KULON PROGO – Desa Wisata Tinalah di kawasan Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), masuk dalam usulan Program Penguatan Desa/Kampung Wisata 2026 setelah dinilai memiliki potensi wisata alam dan kesiapan pengelolaan berbasis masyarakat.
Penilaian tersebut ditindaklanjuti melalui kegiatan verifikasi lapangan oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Pendamping Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY pada Selasa (14/4/2026).
Proses verifikasi ini melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, pemerintah kalurahan, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk menilai berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, kesiapan pengelolaan, hingga partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata.
Desa Wisata Tinalah dikenal memiliki kekuatan pada lanskap alam yang masih asri, aliran sungai yang jernih, serta beragam aktivitas wisata berbasis alam seperti berkemah, susur sungai, dan kegiatan luar ruang (outbound). Potensi tersebut menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam yang autentik.
Selain itu, pendekatan berbasis komunitas yang melibatkan masyarakat lokal dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan desa wisata sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi warga.
Melalui program penguatan ini, pemerintah daerah berharap Desa Wisata Tinalah dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan serta daya saing sebagai destinasi unggulan di DIY.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengembangan desa wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal di wilayah pedesaan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara