MANGGARAI TIMUR – Desa Nanga Mbaur di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan potensi besar di sektor pertanian jagung dengan produksi mencapai ribuan ton per tahun, yang dinilai berkontribusi terhadap ketahanan pangan.
Komoditas jagung menjadi andalan utama masyarakat desa yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Dengan luas lahan sekitar 300 hektare, produksi jagung di desa tersebut mencapai sekitar 1.800 ton per tahun.
Kepala Desa (Kades) Nanga Mbaur Warkah Jaludin menyebut, tingginya produksi jagung menjadi bukti peran penting sektor pertanian dalam menopang ekonomi masyarakat desa.
“Ini bukti bahwa peran sektor pertanian kita aktif. Saya sangat yakin potensi jagung ini juga mampu memperkuat ketahanan pangan,” kata Warkah.
Ia menjelaskan, varietas jagung yang dominan ditanam petani adalah NK Sumo dan Bisi karena memiliki tingkat pertumbuhan yang baik di wilayah tersebut. Masa tanam hingga panen berlangsung sekitar tiga bulan, ditambah proses pengeringan pascapanen.
“Jenis jagung yang paling banyak itu NK Sumo dan Bisi. Rata-rata usia tiga bulan petani sudah panen dengan perais tiga bulan plus pengeringan,” jelas Warkah.
Hasil panen jagung kemudian dipasarkan ke perusahaan penerima di wilayah Pota, serta ke pedagang lokal dan luar daerah, termasuk dari Bajawa, Kabupaten Ngada.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tengah menyiapkan langkah pengembangan, seperti penyediaan bibit dan obat-obatan pertanian serta rencana perluasan lahan garapan.
“Kami sedang fokus merawat potensi pertanian itu agar bisa memperkuat ketahanan pangan. Ke depan kami mendorong perluasan lahan dan pengadaan obat-obatan melalui BUMDes,” ungkapnya.
Secara geografis, Desa Nanga Mbaur berada di jalur Pantai Utara Pota dan berbatasan dengan sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Pota di bagian barat serta Laut Flores di utara. Selain dikenal sebagai kawasan pertanian, desa ini juga memiliki potensi wisata yang mendukung perekonomian lokal.
Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, potensi jagung di Desa Nanga Mbaur diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa maupun daerah sekitarnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara