PASURUAN – Banjir akibat luapan dua sungai di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), merendam lima desa di tiga kecamatan dengan ketinggian air mencapai 1,7 meter, Minggu (12/4/2026), setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama lebih dari dua jam.
Peristiwa ini dipicu meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan dan Welang yang tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah hulu. Selain merendam permukiman warga, genangan juga sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Surabaya-Malang, khususnya di Kecamatan Sukorejo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menyampaikan bahwa genangan sempat menutup akses jalan utama sebelum berangsur surut pada malam hari. “Sore tadi, banjir sempat menggenangi Jalan Raya Surabaya-Malang di wilayah Kecamatan Sukorejo, namun malam ini sudah surut,” ujarnya.
Di Kecamatan Bangil, banjir berdampak pada Desa Tambakan dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter dan Kelurahan Kalianyar dengan ketinggian 10 hingga 20 sentimeter. Sebanyak 255 Kepala Keluarga (KK) di Tambakan dan 345 KK di Kalianyar terdampak genangan.
Sementara itu, di Kecamatan Rembang, genangan setinggi 30 hingga 50 sentimeter terpantau di Desa Pekoren, terutama di wilayah Dusun Krian. Di Kecamatan Kraton, luapan Sungai Welang menyebabkan banjir di Desa Rejosari dengan ketinggian air mencapai 1,7 meter serta Desa Bendungan dengan ketinggian hingga 90 sentimeter.
BPBD Kabupaten Pasuruan langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat, termasuk penyaluran bantuan logistik dan kesiapsiagaan evakuasi. “Kami fokus pada bantuan logistik makanan siap saji dan menyiagakan perahu karet di titik-titik evakuasi, terutama di wilayah yang ketinggian airnya cukup ekstrem,” kata Sugeng.
Pihak BPBD juga terus memantau kondisi debit air dan menyiapkan langkah lanjutan apabila banjir tidak segera surut, termasuk kemungkinan membuka dapur umum di lokasi pengungsian.
Salah satu warga Desa Tambakan, Yuliana, mengungkapkan bahwa banjir datang secara tiba-tiba akibat hujan deras di wilayah hulu. “Banjir datang sejak sore tadi. Di hulu seperti Purwodadi dan Pandaan memang hujan deras sekali, akhirnya Sungai Kedunglarangan meluap ke rumah warga,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah desa yang berada di sekitar aliran sungai dan rentan terhadap luapan air saat curah hujan tinggi. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara