Cegah Panik Saat Bencana, Warga Cikampek Diberi Pelatihan

KARAWANG – Upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana dan kecelakaan kerja diperkuat melalui kolaborasi antara industri dan desa di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, lewat pelatihan simulasi darurat yang melibatkan warga desa dan karyawan perusahaan.

PT Pupuk Kujang Cikampek menggelar kegiatan bertajuk Hose Drill Contest sebagai sarana edukasi sekaligus praktik langsung budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi masyarakat. Program ini melibatkan 10 tim perwakilan desa di sekitar kawasan industri.

Berbeda dari pelatihan biasa, kegiatan ini dirancang dalam bentuk simulasi komprehensif yang menguji kemampuan peserta menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari pemadaman kebakaran, penanganan banjir, hingga melewati rintangan yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kujang Arlyza Eka Wijayanti menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memperluas pemahaman keselamatan hingga ke lingkungan masyarakat. “Ini adalah bentuk kepedulian perusahaan, kemampuan menjaga keselamatan dan kesehatan bukan hanya untuk karyawan saja, tapi juga untuk masyarakat dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya sebagaimana dilansir Pasundan Ekspres, Jumat, (17/4/2026).

Ia menambahkan, integrasi budaya K3 antara dunia industri dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan individu yang tangguh dalam menghadapi situasi darurat. “Kami harap, budaya K3 di Pupuk Kujang terintegrasi dengan masyarakat sekitar. Setiap individu, baik karyawan maupun warga, diharapkan memiliki kapasitas ketangkasan yang baik saat menghadapi situasi darurat, baik di lingkungan kerja maupun di rumah tangga,” imbuhnya.

Camat Cikampek Adi Firmansyah menilai pendekatan praktik langsung ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga. “Saya kira ini langkah yang sangat efektif. Pengetahuan yang selama ini mungkin sebatas teori, kini dipraktikkan langsung di lapangan. Dengan simulasi seperti ini, warga akan terbiasa dan tidak akan panik saat menghadapi kejadian darurat,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan prinsip K3 dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengelolaan listrik dan kesiapsiagaan bencana, dapat menekan potensi risiko di lingkungan permukiman. “Budaya K3 ini bisa dikonversi ke kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga bisa menjawab masalah yang ada di lingkungan. Saat ini baru satu desa satu tim, kami berharap ke depan lebih banyak masyarakat yang terlibat sehingga budaya keselamatan ini benar-benar mengakar di tengah masyarakat Cikampek,” tutupnya.

Melalui kegiatan berkelanjutan ini, sinergi antara perusahaan dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di wilayah Cikampek. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Paskah Oikumene di Bolsel Tegaskan Harmoni di Tengah Keberagaman Warga

PDF đź“„BOLAANG UKI – Perayaan Paskah Oikumene 2026 yang digelar di kawasan Hunian Tetap (Huntap) …

Ribuan Warga Padati Gebyar Sholawatan di Pancur Bojonegoro

PDF đź“„BOJONEGORO – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Pancur, Kecamatan Temayang, tidak lagi sekadar seremoni …

Hujan Deras Picu Longsor, Rumah Warga Pacitan Rusak Parah

PDF đź“„PACITAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, bergerak cepat menangani …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *