JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode 11–12 April 2026, dengan angin kencang dan banjir menjadi ancaman utama yang berdampak pada permukiman warga hingga fasilitas umum di tingkat desa.
Berdasarkan laporan BNPB, cuaca ekstrem melanda berbagai daerah dan menyebabkan kerusakan rumah, gangguan aktivitas masyarakat, hingga korban jiwa. Di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar), angin kencang menerjang Desa Cibedug dan Desa Banjarsari, Kecamatan Ciawi, mengakibatkan 18 rumah rusak serta dua sekolah mengalami kerusakan sedang. Penanganan darurat langsung dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat desa dan masyarakat.
Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Subang, Jabar, yang berdampak pada dua desa dengan total 144 rumah terdampak, terdiri dari 62 rusak ringan, 60 rusak sedang, dan 22 rusak berat. Tim gabungan melakukan pembersihan material serta pendataan kerusakan.
Sementara itu, banjir akibat luapan Sungai Citarum merendam lima desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Bandung, Jabar, dengan total 693 rumah terdampak. Sebanyak 65 warga mengungsi dan 1.723 jiwa lainnya masih bertahan di rumah masing-masing. Hingga Sabtu (11/4), kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut.
Di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), banjir juga terjadi di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Blora. Di Desa Pilangrejo, Kecamatan Sawit, Boyolali, sebanyak 106 rumah terdampak dan akses jalan sempat terputus akibat luapan Sungai Kedung Baung. Sedangkan di Kecamatan Cepu, Blora, banjir merendam 150 rumah, dua sekolah, serta satu fasilitas umum dan menyebabkan satu korban jiwa meninggal dunia serta satu orang mengalami luka-luka.
Angin kencang turut melanda Kabupaten Demak, Jateng, merusak 34 rumah di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. Di Provinsi Jawa Timur (Jatim), cuaca ekstrem juga berdampak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Pacitan. Di Kecamatan Gucialit, Lumajang, 32 rumah rusak, sementara di Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirejo, Pacitan, satu warga meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan ringan hingga sedang masih akan mendominasi pada periode 13–16 April 2026, dengan kemungkinan peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan. Warga di daerah rawan banjir diminta menjaga kebersihan saluran air, sementara masyarakat di wilayah perbukitan diingatkan untuk mewaspadai risiko longsor.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat terjadi angin kencang. BNPB turut mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, logistik, jalur evakuasi, serta memperkuat sistem peringatan dini. “Sebagai langkah penguatan, BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan personel, logistik, jalur evakuasi, serta memperkuat sistem peringatan dini guna meminimalkan risiko dan dampak bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.”
Kondisi ini menunjukkan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah, khususnya di kawasan desa yang rentan terdampak. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara