DEMAK – Risiko banjir yang sebelumnya mengancam permukiman warga di sekitar Sungai Tuntang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah (Jateng), kini menurun setelah seluruh tanggul jebol di Kecamatan Guntur berhasil ditutup dan diperbaiki secara menyeluruh.
Penutupan tanggul dilakukan di enam titik yang tersebar di Desa Trimulyo dan Desa Sidoharjo. Langkah ini menjadi upaya krusial untuk mencegah kembali meluapnya air sungai ke permukiman warga setelah sebelumnya menyebabkan banjir besar pada awal April 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Agus Sukiyono, memastikan seluruh titik tanggul yang rusak telah tertangani. “Semua lokasi tanggul yang sebelumnya jebol kini sudah tertutup semuanya. Sehingga ketika debit air Sungai Tuntang bertambah, tidak ada lagi kekhawatiran airnya masuk ke permukiman warga,” ujarnya sebagaimana diberitakan Harian Jogja, Jumat (17/4/2026).
Meski telah tertutup sepenuhnya, BPBD Demak menyebut proses penguatan tanggul masih terus dilakukan guna memastikan ketahanan struktur menghadapi potensi peningkatan debit air di masa mendatang.
Perbaikan tanggul dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sejak Minggu (05/4/2026) dengan mengerahkan alat berat di setiap titik kerusakan. Di Desa Trimulyo, khususnya Dukuh Solowere dan Dukuh Solondoko, digunakan empat unit ekskavator PC 200 untuk mempercepat pengerjaan.
Material yang digunakan dalam perbaikan meliputi ratusan jumbo bag, sesek, serta pancang bambu dan glugu. Di Desa Sidoharjo, perapian tanggul juga melibatkan buldozer dan ekskavator untuk memperkuat struktur penahan air.
Sebagai informasi, tanggul Sungai Tuntang sebelumnya jebol pada Jumat (03/4/2026) di enam titik dengan total kerusakan mencapai puluhan meter. Peristiwa tersebut mengakibatkan banjir yang merendam 2.116 rumah dan berdampak pada 7.606 jiwa di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan.
Sebanyak 2.839 warga sempat mengungsi akibat banjir tersebut, namun saat ini seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi yang mulai membaik.
Dengan selesainya penutupan tanggul, pemerintah berharap potensi banjir serupa dapat diminimalkan, meskipun penguatan lanjutan tetap diperlukan sebagai langkah antisipasi jangka panjang terhadap cuaca ekstrem. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara