Mahasiswa Hukum Soroti Lemahnya Demokrasi di Desa Pelimpaan

SAMBAS DESA NUSANTARA Aksi demonstrasi warga Desa Pelimpaan, Kecamatan Jawai, yang menuntut penonaktifan kepala desa, kini menarik perhatian kalangan mahasiswa Fakultas Hukum di Kabupaten Sambas. Mereka menilai, persoalan tersebut tidak semata-mata soal administratif, melainkan mencerminkan lemahnya praktik demokrasi di tingkat desa.

Mahasiswa berpendapat bahwa ketegangan antara warga dan pemerintah desa itu memperlihatkan minimnya ruang dialog serta lemahnya peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai lembaga representasi masyarakat.

Menurut mereka, BPD seharusnya berperan aktif dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa. Namun, dalam kasus Desa Pelimpaan, fungsi itu dinilai tidak berjalan maksimal, sehingga menimbulkan akumulasi kekecewaan yang berujung pada aksi demonstrasi.

Situasi tersebut menjadi cerminan bahwa sistem pengawasan dan partisipasi publik di tingkat desa masih membutuhkan penguatan. Mahasiswa berharap agar ke depan, setiap konflik di desa dapat diselesaikan melalui jalur musyawarah, bukan dengan konfrontasi.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Babinsa dan Warga Desa Kayu Rabah Bersatu Perbaiki Titian Penghubung

PDF 📄HULU SUNGAI TENGAH – Perbaikan titian yang menjadi akses utama warga di RT 07 …

Jembatan Merah Putih Hampir Selesai, Dorong Ekonomi Warga Sungai Kuning

PDF 📄KUANTAN SINGINGI – Pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kabupaten …

Dugaan Muatan Berlebih Truk Sawit, Infrastruktur Desa di Siak Jadi Sorotan

PDF 📄SIAK – Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) Riau melaporkan PT Ekasapta Paramita Energi (PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *