Desa Gemuhblanten Gelar Tasyakuran HUT ke-80 RI dengan Semarak

SUASANA kebersamaan dan syukur menyelimuti Balai Desa Gemuhblanten, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal pada Minggu (17/08/2025) bertepatan dengan 22 Sapar 1959 dalam penanggalan Jawa. Masyarakat setempat menggelar malam syukuran pitulasan bertajuk “Tasyakuran HUT ke-80 RI Tahun 2025” yang dihadiri berbagai elemen desa.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga Koperasi Merah Putih. Tidak hanya itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Moderasi Beragama (KKN MB) UIN Walisongo juga turut berpartisipasi aktif memeriahkan peringatan hari bersejarah tersebut.

Para mahasiswa KKN MB UIN Walisongo tidak sekadar menjadi penonton. Mereka ikut serta dalam berbagai peran, mulai dari menyambut tamu, menjadi dirigen, hingga mengisi hiburan dalam acara tasyakuran. Kehadiran mereka memberikan warna baru sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat desa dan kalangan akademisi.

Acara tasyakuran ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. Tradisi pitulasan di Desa Gemuhblanten tidak hanya menghadirkan suasana kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong serta penghargaan terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan.

Perpaduan antara tradisi lokal, partisipasi masyarakat, dan kontribusi generasi muda dalam peringatan HUT ke-80 RI di Gemuhblanten menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Redaksi01-Alfian

About redaksi01

Check Also

Fantastis! Danau Raksasa di Gurun Saudi Mulai Dibangun

PDF 📄BALIKPAPAN – Ambisi Arab Saudi membangun danau air tawar di tengah gurun mulai menunjukkan …

Turis Tak Lagi Menumpuk, Jepang Terapkan Strategi Baru

PDF 📄TOKYO – Pemerintah Jepang menargetkan penerapan solusi overtourism di 100 wilayah hingga 2030 sebagai …

Wiwin Purwadi Rangkul Warga Lewat Buka Puasa Bersama

PDF 📄BERINGIN, DESA – NUSANTARA: Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat hubungan sosial …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *