Sekolah Inovasi Desa Cetak Terobosan Baru bagi Ekonomi Lokal PPU

PENAJAM PASER UTARA – Penguatan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih mulai menunjukkan perkembangan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Program Sekolah Inovasi Desa yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong desa-desa peserta lebih aktif mengidentifikasi potensi wilayah serta menyusun inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Program yang telah berjalan selama satu tahun itu tidak hanya menjadi wadah pengembangan produk unggulan desa, tetapi juga sarana peningkatan kapasitas aparatur desa dalam merancang strategi pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada penguatan ekonomi lokal.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU, Nicko Herlambang, menjelaskan bahwa desa-desa peserta mulai menunjukkan kemajuan dalam memetakan potensi serta menentukan arah pengembangan wilayah masing-masing.

Kegiatan tersebut juga memberikan ruang belajar bagi aparatur desa untuk menyusun inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, desa didorong memperkuat peran BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

“Untuk merancang inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakter wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Nicko, salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah pembangunan identitas desa. Setiap desa didorong memiliki ciri khas dan arah pengembangan yang jelas sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat potensi lokal.

“Desa itu juga perlu dibangun branding-nya. Harus punya kejelasan arah apa yang mau dikerjakan dan ikon apa yang ingin diangkat,” kata Nicko Herlambang.

Program Sekolah Inovasi Desa turut menghadirkan akademisi dan praktisi sebagai pendamping bagi peserta. Selain memperoleh materi pembelajaran, desa-desa peserta mendapatkan akses kurikulum, situs web pendukung, serta jaringan komunikasi dengan praktisi yang dapat membantu pengembangan inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Nicko menilai antusiasme desa terhadap program tersebut cukup tinggi karena membuka wawasan baru bagi aparatur desa dalam mengelola pembangunan dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Desa-desa senang karena ada pemikiran baru, ada tambahan ide-ide baru dan ada semangat baru untuk berkreasi serta berinovasi,” pungkasnya, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltim, Rabu, (03/06/2026).

Melalui pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak desa inovatif yang mandiri secara ekonomi, memiliki identitas kuat, serta mampu mengoptimalkan peran BUMDes dan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Dukungan Kendaraan Mengalir, KDKMP Bidik Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

PDF đź“„CIAMIS – Distribusi 50 unit motor roda tiga untuk mendukung operasional Koperasi Desa Kelurahan …

Desa Lilina Ajangale Hidupkan Olahraga dan Gerakan Jumat Bersih

PDF đź“„BONE – Pemerintah Desa (Pemdes) Lilina Ajangale, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, mulai menjalankan sejumlah …

Pulau Samosir Tawarkan Wisata Budaya dan Alam dalam Satu Kawasan

PDF đź“„SAMOSIR – Danau Toba terus diperkuat sebagai destinasi unggulan nasional melalui pengembangan desa wisata …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *