Oplus_131072

Ngampungan Gelar Pawai Budaya, Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi di Bulan Suro

JOMBANG – Dalam rangka memperingati tradisi Bersih Desa yang bertepatan dengan bulan Suro (Muharram), sekaligus mempererat kerukunan antarwarga, Pemerintah Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, menggelar Pawai Budaya 2025 dengan sangat meriah, Sabtu (5/7/2025).

Acara ini menjadi momen penting dalam memperkuat identitas budaya dan solidaritas masyarakat. Berbagai unsur seni dan budaya lokal ditampilkan dalam karnaval, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengunjung.

Kepala Desa Ngampungan, Rohan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi media untuk menunjukkan potensi unggulan desa kepada masyarakat luas.

“Sebagai wahana menampilkan potensi unggulan Desa Ngampungan, di mana Desa Ngampungan ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai Desa Wisata. Kegiatan ini dimeriahkan dengan karnaval budaya yang menampilkan berbagai potensi seni dari masyarakat serta sebagai panggung ekspresi dan apresiasi budaya,” terangnya.

Lebih lanjut, Rohan menjelaskan bahwa antusiasme warga sangat tinggi dalam mengikuti dan menyukseskan kegiatan ini.

“Alhamdulillah warga juga antusias, acara berjalan lancar dan tertib. Start kita mulai dari Wisata Pandansili, dan finish di Dusun Wungurejo Desa Ngampungan,” ujar Kades Rohan.

Tercatat lebih dari 2.000 peserta ikut serta dalam pawai budaya tahun ini. Mereka berasal dari tiga dusun yang ada di Desa Ngampungan, yaitu Dusun Ngampungan, Dusun Sumberdadi, dan Dusun Wungurejo. Masing-masing dusun menampilkan kreativitas dan potensi lokal dalam bentuk seni pertunjukan, pakaian adat, serta ornamen khas yang mencerminkan kekayaan budaya desa.

“Kegiatan ini diikuti 2000 peserta dari 3 dusun yang ada di Desa Ngampungan, yaitu Dusun Ngampungan, Dusun Sumberdadi, dan Dusun Wungurejo. Kami mengundang seluruh masyarakat Ngampungan untuk hadir dan berpartisipasi, memeriahkan acara ini sebagai wujud cinta terhadap warisan budaya lokal,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal secara bersama-sama.

“Mari bersama kita jaga dan lestarikan budaya dengan semangat kebersamaan, gotong royong, guyub rukun, dan kegembiraan,” ajaknya.

Di akhir pernyataannya, Rohan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan dan mensupport kegiatan pawai budaya tahun ini, dengan harapan semoga di tahun depan bisa terus terlaksana lebih baik lagi,” tambahnya.

Pawai Budaya Desa Ngampungan menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat mampu menciptakan perayaan budaya yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun desa yang berbudaya dan berdaya saing.

Redaksi03

About adminfahmi

Check Also

Cihna Titik Nol Batur Let, Upaya Jaga Identitas Leluhur

PDF 📄BANGLI – Upaya pelestarian sejarah dan identitas budaya dilakukan Desa Adat Batur melalui pembangunan …

Seratus Tahun Lahar Batur, Desa Adat Bangun Penanda Sejarah

PDF 📄BANGLI – Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, memulai pembangunan penanda …

Metatah Massal di Badung, Tradisi Sakral yang Ringankan Beban Warga

PDF 📄BADUNG – Tradisi keagamaan metatah massal di Desa Adat Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *