MANGGRAI BARAT — Desa Wisata Wae Lolos di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 5.774 orang sepanjang Januari hingga Juni 2025. Data ini disampaikan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias, yang menilai tren ini sebagai perkembangan positif bagi pemerataan destinasi pariwisata di luar Labuan Bajo.
Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah wisatawan ini merupakan kabar menggembirakan, khususnya dalam konteks pemerataan pariwisata di wilayah Manggarai Barat.
“Kunjungan wisatawan terus mengalami kenaikan, hal ini tentunya sangat menggembirakan karena penyebaran wisatawan tidak hanya di Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas (DSP), tapi juga terdistribusi ke desa-desa wisata sekitar,” kata Robert saat dihubungi di Labuan Bajo, Minggu (6/7).
Dari total kunjungan tersebut, sebanyak 3.209 orang merupakan wisatawan mancanegara (wisman), sedangkan 3.565 orang lainnya adalah wisatawan nusantara (wisnus). Wisatawan asing mayoritas berasal dari negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, Belanda, Italia, dan Inggris, serta dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura, India, Tiongkok, dan Jepang.
“Mayoritas wisman dari Eropa seperti Jerman, Perancis, Belanda, Italia, Inggris, selebihnya dari Asia seperti Malaysia, Singapura, India, China, dan Jepang,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, total kunjungan wisatawan ke desa tersebut tercatat sebanyak 11.015 orang, yang terdiri dari 6.983 wisatawan nusantara dan 4.032 wisatawan mancanegara.
Destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan di Wae Lolos meliputi Air Terjun Cunca Plias Satu, Cunca Plias Dua, Tiwu Galong, Kolam di Atas Awan, dan Cunca Ri’i. Selain panorama alam, wisatawan juga dapat menikmati pertunjukan budaya lokal dan kehidupan masyarakat setempat.
“Berdasarkan pengakuan wisman yang berkunjung, ketertarikan mengunjungi Desa Wisata Wae Lolos karena keaslian alam dan budaya desa terawat dengan baik serta pengelolaan pariwisata yang berbasis masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefan Jemsifori, menegaskan pentingnya desa-desa wisata sebagai pelengkap destinasi utama seperti Taman Nasional Komodo.
“Jadi wisata di destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo bukan hanya di kawasan Taman Nasional Komodo tapi juga di desa sekitar Labuan Bajo,” kata Stefan.
Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Desa Wisata Wae Lolos dipandang mampu menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi sisi lain dari Labuan Bajo dan sekitarnya.
Redaksi03
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara