Pemdes Taro mengagendakan gotong royong lintas unsur untuk membersihkan material sisa hujan di jalur selatan desa sekaligus mengurangi gangguan dan risiko bagi pengguna jalan.
GIANYAR – Tumpukan tanah, bebatuan, dan puing yang terbawa hujan deras berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Taro mengagendakan gotong royong membersihkan jalur selatan desa pada Kamis, 5 November 2026, mulai pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Pembersihan difokuskan pada sejumlah titik jalan yang terdampak hujan berintensitas tinggi sejak Minggu sore hingga Senin pagi, 2 November 2026. Material yang terbawa aliran air, seperti tanah, bebatuan, dan puing, dikhawatirkan menghambat mobilitas warga serta meningkatkan risiko kecelakaan apabila dibiarkan menumpuk di badan jalan.
Berdasarkan surat undangan Pemdes Taro Nomor 400.10/196/Kesra/XI/2026 tertanggal 3 November 2026, kegiatan tersebut dipusatkan di area utara Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Tegallalang. Dari titik tersebut, peserta dijadwalkan menyisir kawasan jalur selatan untuk membersihkan material sisa hujan dan merapikan lingkungan yang terdampak.
Kegiatan ini dirancang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga desa. Pihak yang diundang meliputi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, Kelihan Banjar Dinas se-Desa Taro, Direktur dan staf Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Ketua dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Taro.
Pelibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mempercepat penanganan dampak hujan sekaligus memperkuat koordinasi masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Jalan desa menjadi jalur penting bagi aktivitas warga, mulai dari kegiatan ekonomi dan pertanian hingga akses pendidikan serta mobilitas sehari-hari.
Pembersihan material sisa hujan juga menjadi langkah awal untuk mengurangi gangguan pada akses jalan. Selain kerja bakti, kewaspadaan warga terhadap perubahan kondisi lingkungan diperlukan, terutama ketika hujan deras berpotensi kembali membawa material ke badan jalan.
Pemdes Taro mendorong partisipasi masyarakat agar kepedulian terhadap kebersihan lingkungan berjalan seiring dengan upaya menjaga keselamatan bersama. Melalui gotong royong dan koordinasi antarlembaga, penanganan dampak cuaca ekstrem diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sementara akses jalan desa tetap aman dan dapat digunakan masyarakat. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara