Posyandu Dahanrejo Layani 122 Warga, Mahasiswa Terlibat Langsung

Sebanyak 58 balita dari 122 peserta pelayanan mengikuti pemeriksaan pertumbuhan dalam program AKSI SEHAT yang melibatkan mahasiswa Universitas Sunan Gresik dan kader Posyandu di Dahanrejo.

GRESIK – Pemantauan pertumbuhan balita menjadi salah satu fokus kegiatan pelayanan kesehatan yang melibatkan mahasiswa Universitas Sunan Gresik (USG) bersama kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di TK Insanuz Ziyan, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (03/11/2026). Dari 122 warga yang mengikuti pelayanan, sebanyak 58 balita menjalani pemeriksaan antropometri untuk mengetahui perkembangan kondisi fisik dan mendeteksi kemungkinan masalah gizi.

Kegiatan bertajuk Aksi Kolaborasi Intervensi Gizi dan Kesehatan Ibu Anak (AKSI SEHAT) tersebut mempertemukan kegiatan akademik dengan pelayanan kesehatan masyarakat. Mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit USG angkatan 2026 terlibat langsung dalam praktik lapangan mata kuliah Ilmu Kesehatan Masyarakat, mulai dari pendaftaran peserta hingga penyuluhan kesehatan.

Pemeriksaan terhadap balita meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Data tersebut menjadi bahan pemantauan pertumbuhan anak sekaligus membantu mengidentifikasi kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Selain balita, pelayanan juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta warga lanjut usia. Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut menjadikan Posyandu sebagai sarana pemantauan kesehatan keluarga secara lebih menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditempatkan pada lima tahapan pelayanan, yakni pendaftaran, pengukuran dan penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan, serta penyuluhan. Pada bagian pendaftaran, mereka membantu mencocokkan data peserta bersama petugas Posyandu, Sholichah, sekaligus memberikan arahan kepada warga mengenai alur pelayanan.

Mahasiswa juga membantu mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada balita dan ibu hamil. Sementara itu, pemeriksaan terhadap ibu menyusui mencakup pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, lingkar lengan, serta tekanan darah.

Tahap pencatatan menjadi bagian penting karena hasil pengukuran digunakan untuk memantau perkembangan anak melalui grafik Kartu Menuju Sehat (KMS). Mahasiswa turut membantu menilai kesesuaian berat badan dengan tinggi badan serta menghitung berat badan menurut umur sebagai bagian dari pemantauan status gizi.

Selain pengukuran fisik, mahasiswa melakukan wawancara dengan orang tua untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan anak. Pertanyaan mencakup riwayat batuk lebih dari dua minggu, demam, pemberian Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula, serta kebiasaan makan anak.

Pendataan juga mencakup asal desa, kehadiran anak dalam kegiatan Posyandu, dan kelengkapan imunisasi. Informasi tersebut digunakan untuk membantu mengetahui kebutuhan pemantauan dan pelayanan kesehatan lanjutan.

Anak yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terkait pertumbuhan dan status gizi diarahkan kepada bidan atau tenaga kesehatan. Sementara itu, anak yang dinilai memerlukan dukungan tambahan gizi didata untuk dipertimbangkan menerima bantuan susu melalui program desa sesuai kriteria dan ketersediaan bantuan.

Pelayanan juga mencakup pengarahaan ibu yang membutuhkan pemeriksaan darah dan kolesterol ke fasilitas kesehatan. Anak yang belum terdaftar dalam kegiatan Posyandu turut didorong untuk mengikuti pendataan agar perkembangan kesehatannya dapat dipantau secara berkala.

Pada tahap penyuluhan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai gizi seimbang dan pengaturan pola makan. Konsultasi kesehatan juga diberikan kepada warga lanjut usia, termasuk penjelasan mengenai hasil pengukuran tekanan darah dan pentingnya mengikuti anjuran penggunaan obat secara teratur.

Selain itu, mahasiswa membantu pencatatan hasil pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan asam urat serta mendampingi proses pengambilan obat atau vitamin sesuai instruksi tenaga kesehatan.

Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Dahanrejo Moch. Hasan dan Muh. Arfa, sedangkan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Ketua Pelaksana Alvin Chandra Octa Farisyah.

Seluruh hasil pemeriksaan balita dan ibu dihimpun sebagai catatan pelayanan untuk mendukung pemantauan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, kader Posyandu, dan pemerintah setempat, kegiatan ini diharapkan memperkuat deteksi dini masalah kesehatan sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Sekdes Cugung Ditunjuk Jadi Plh. Kades, Pelayanan Desa Jadi Prioritas

PDF 📄LAMPUNG SELATAN – Keberlangsungan pelayanan publik dan administrasi pemerintahan Desa Cugung, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten …

Pemilihan BPD Sukarami Berlangsung, Warga Tentukan Wakil Desa

PDF 📄OGAN KOMERING ULU – Keterwakilan masyarakat dalam pemerintahan Desa Sukarami, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten …

Pengelolaan BUMDes Diperkuat, Desa di Sumbawa Barat Bidik Ekonomi Mandiri

PDF 📄SUMBAWA BARAT – Penguatan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu agenda …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *