Pasar murah di Desa Drajat, Lamongan, mencatat transaksi Rp66,83 juta dari 354 pengunjung, dengan pembelian bahan pokok mendominasi penjualan.
LAMONGAN – Belanja kebutuhan pokok mendominasi transaksi pasar murah Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dari total transaksi Rp66,83 juta, pembelian bahan pokok menyumbang Rp59,53 juta, sedangkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat penjualan Rp7,3 juta.
Kegiatan yang digelar di Alun-Alun Desa Drajat pada Minggu (1/11/2026) itu dikunjungi 354 orang. Capaian transaksi tersebut menunjukkan besarnya porsi belanja masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam kegiatan pasar murah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Iwan, mengatakan pasar murah ditujukan untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperluas akses pemasaran produk UMKM. Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (03/11/2026).
“Pasar murah menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat sekaligus mendekatkan kebutuhan pokok serta memberdayakan UMKM,” katanya dalam keterangan di Surabaya, Selasa.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditawarkan Rp55.000 per lima kilogram, beras premium Rp70.000 per lima kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta Minyakita Rp13.000 per liter.
Masyarakat juga dapat membeli komoditas pangan lainnya, seperti cabai, bawang merah, telur, dan daging ayam ras. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan tersebut menyediakan ruang bagi pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM) lokal untuk memasarkan produknya.
Dari keseluruhan transaksi, penjualan produk UMKM mencapai Rp7,3 juta. Sementara itu, transaksi bahan pokok tercatat lebih dari delapan kali lipat nilai penjualan produk UMKM, yakni Rp59,53 juta. Kedua kelompok produk tersebut membentuk total transaksi Rp66,83 juta.
Pemprov Jatim berencana memperluas pelaksanaan pasar murah menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat ketika kebutuhan konsumsi diperkirakan meningkat.
“Ke depan pelaksanaannya terus diperluas terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Iwan. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara