Zeliang dan Yimkhuing Perkuat Persaudaraan Lewat Festival Budaya

PEREN – Persatuan antarsuku dan pelestarian identitas budaya menjadi pesan utama dalam hari kedua Festival Chega Gaadi/Lamsim Ngyi sekaligus Mini Hornbill 2026 yang mempertemukan komunitas Zeliang dan Yimkhuing di Beikingpuichak, pusat Distrik Peren, Nagaland, India, pada 30 Oktober 2026.

Pertemuan budaya tersebut menjadi ruang bagi kedua komunitas untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menegaskan bahwa perbedaan bahasa, adat istiadat, dan tradisi tidak harus menjadi penghalang persatuan masyarakat Naga.

Menteri Kehutanan, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Nagaland, C.L. John, hadir sebagai tamu khusus. Sementara itu, Presiden Dewan Suku Yimkhuing, Throngso Yimkhuing, menjadi tamu perwakilan suku. Kegiatan tersebut dipandu Ketua Dewan Kota Peren, Mireulung Sephe.

Dalam sambutannya, John mengatakan festival tradisional memiliki peran penting sebagai ruang pertukaran budaya, integrasi sosial, dan penguatan persaudaraan antarkomunitas. Menurut dia, kegiatan semacam ini dapat mempertemukan masyarakat dari latar belakang suku dan bahasa yang berbeda.

Ia menilai keterlibatan berbagai kelompok dalam Mini Hornbill Festival mencerminkan semangat persatuan dan identitas bersama masyarakat Naga. Terlebih, perubahan pola kehidupan akibat modernisasi membuat pelestarian warisan budaya semakin penting untuk menjaga jati diri sekaligus memperkuat ikatan sosial.

John juga mengusulkan agar penyelenggara mengundang komunitas Zeliangrong dari negara bagian lain pada pelaksanaan festival mendatang. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas hubungan persaudaraan dan solidaritas di antara komunitas yang memiliki akar budaya serupa.

Mengacu pada Festival Hornbill tahunan di Kohima, John menyebut kegiatan tersebut telah membantu memperkenalkan kekayaan budaya Nagaland kepada pengunjung dari berbagai negara serta meningkatkan pengenalan terhadap wilayah tersebut. Ia mengapresiasi penyelenggara dan peserta yang menjadikan Mini Hornbill Festival sebagai wadah pelestarian budaya.

John turut mengajak komunitas Zeliang mengesampingkan perbedaan, saling memaafkan, dan memperkuat hubungan antarsesama. Ia menekankan pentingnya kebersamaan sebagai landasan untuk mencapai kemajuan bersama.

Selain isu kebudayaan, John menyoroti penataan kawasan pusat Distrik Peren. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai salah satu pusat distrik dengan perencanaan terbaik di Nagaland dan menekankan pentingnya penerapan rencana induk secara tepat. Ia juga mendorong penanaman pohon untuk mendukung lingkungan yang lebih hijau, keseimbangan ekologi, dan iklim yang sehat.

Ketua Dewan Kota Peren, Mireulung Sephe, yang menyampaikan sambutan mewakili Wakil Kepala Menteri Nagaland, T.R. Zeliang, mengatakan festival tradisional mencerminkan warisan budaya, identitas, dan persatuan masyarakat.

Menurut Sephe, pembangunan dan modernisasi perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga tradisi. Ia mengingatkan bahwa budaya merupakan fondasi identitas, sedangkan persatuan menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama.

Ia juga mengajak generasi muda untuk bangga terhadap warisan leluhur dan meneruskan nilai-nilai tradisional kepada generasi berikutnya. Festival, lanjutnya, dapat memperkuat persahabatan, keharmonisan, dan persaudaraan sekaligus mendorong terciptanya Nagaland yang damai dan sejahtera.

Presiden Dewan Suku Yimkhuing, Throngso Yimkhuing, menegaskan bahwa festival tidak sebatas menampilkan tarian, lagu, dan pakaian tradisional. Perayaan budaya juga merepresentasikan sejarah, identitas, nilai-nilai, serta cara hidup suatu komunitas.

Ia menjelaskan, tradisi perayaan yang mencakup ungkapan syukur, penyucian, jamuan, dan berbagi memiliki fungsi sosial untuk mempertemukan masyarakat, mempererat persahabatan, serta memperbarui komitmen terhadap perdamaian dan persatuan.

Yimkhuing menilai keragaman budaya masyarakat Naga justru menjadi kekuatan, meskipun setiap suku memiliki bahasa dan kebiasaan berbeda. Ia mengapresiasi inisiatif pemerintah negara bagian yang mempertemukan berbagai komunitas melalui Festival Hornbill dan Mini Hornbill karena dinilai membantu membangun kedekatan budaya dan emosional antarsuku.

Ia juga mengingatkan agar perbedaan pendapat dan kesalahpahaman tidak dibiarkan merusak hubungan yang telah terbangun selama beberapa generasi. Dialog, kesabaran, saling menghormati, dan pengertian dinilai penting untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Yimkhuing berharap hubungan persahabatan antara komunitas Zeliang dan Yimkhuing dapat menjadi contoh bagi suku-suku Naga lainnya dalam menjaga kerukunan.

Perayaan tersebut turut diisi pertunjukan budaya dari Desa Poilwa dan komunitas Yimkhuing yang menampilkan tarian tradisional, adat istiadat, serta warisan budaya masing-masing.

Rangkaian acara diawali sambutan Presiden Organisasi Masyarakat Peren Nagaland (NZPO), Zandi Domta, kemudian dilanjutkan dengan deklarasi festival oleh Kaidauping Bring. John juga menyampaikan deklarasi Nziangdui/Zeigichang. Acara dipandu Paukizon dan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Presiden Dewan Liangmai Nagaland, Shilu Nchang.

Melalui pertemuan budaya tersebut, penyelenggaraan Mini Hornbill Festival diharapkan tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga memperkuat hubungan antarkomunitas dan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga keberagaman sebagai bagian dari identitas masyarakat Naga. []

Redaksi02

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Jatuh Saat Berpidato di Balai Desa, Ketua BPD Kalirandu Meninggal

PDF 📄Wahyudi (60) tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri ketika menyampaikan sambutan dalam agenda pemaparan …

Wali Kota Cup VIII Segera Bergulir, 25 Tim Desa dan Kelurahan Siap Bertarung

PDF 📄Sebanyak 25 tim dari desa dan kelurahan di Kotamobagu akan mengikuti Wali Kota Cup …

Bupati Bone Turun ke Barebbo, Pastikan Pembangunan Jalan Bermanfaat

PDF 📄Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memantau pembangunan jalan aspal di Desa Kading, Kecamatan Barebbo, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *