Berhasil Tekan Risiko Stunting, Desa Kahala Bawa Pulang Penghargaan

Desa Kahala di Kutai Kartanegara meraih Juara I Regional 2 penghargaan Kemendes PDT setelah menjalankan pemantauan tumbuh kembang anak dan pemberian makanan tambahan melalui kolaborasi pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

KUTAI KARTANEGARA DESA NUSANTARA  – Keberhasilan menekan risiko stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak dan pemberian makanan tambahan mengantarkan Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meraih Juara I Regional 2 Penghargaan Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting 2026. Penghargaan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) tersebut menjadi pengakuan atas kolaborasi pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim), Siti Sugiyanti, menyampaikan bahwa capaian Desa Kahala menunjukkan pentingnya kerja nyata di tingkat desa dalam menangani persoalan gizi dan pertumbuhan anak.

“Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) P3S di Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10),” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat (30/10/2026).

Capaian tersebut didukung upaya pemantauan perkembangan anak secara rutin dan pemberian makanan tambahan secara berkala. Berdasarkan data DPMPD Kaltim, pada 2025 terdapat 25 anak berisiko stunting di Desa Kahala. Dari jumlah tersebut, dua anak dinyatakan mengalami stunting.

Perbaikan kondisi anak-anak melalui intervensi yang dilakukan hingga penilaian 2026 menjadi salah satu gambaran hasil kerja bersama di tingkat desa. Upaya tersebut melibatkan pemerintah desa, kader posyandu, keluarga, serta masyarakat dalam memastikan kebutuhan gizi anak mendapat perhatian.

Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat DPMPD Kaltim, Maheza Jennar, mengatakan keberhasilan Desa Kahala merupakan hasil konsistensi berbagai unsur, bukan capaian yang diperoleh secara instan.

Menurut Maheza, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan bersama agar pemenuhan gizi anak dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pemantauan pertumbuhan dan dukungan keluarga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Sebelum meraih penghargaan tingkat regional, Desa Kahala harus melewati seleksi berjenjang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melakukan penilaian terhadap desa-desa yang diusulkan pemerintah kabupaten dan kota dengan melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta tenaga ahli pendamping desa.

Hasil penilaian tingkat provinsi menetapkan tiga desa terbaik sebagai wakil Kaltim dalam seleksi berikutnya. Desa Kahala berada di posisi pertama, disusul Desa Singa Gembara dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada peringkat kedua dan Desa Linggang Muara Leban dari Kabupaten Kutai Barat (Kubar) di posisi ketiga.

Penetapan tiga desa tersebut dituangkan dalam keputusan yang ditandatangani Gubernur Kaltim. Sebagai peraih peringkat pertama tingkat provinsi, Desa Kahala kemudian mengikuti tahapan penilaian nasional hingga memperoleh penghargaan Regional 2.

Maheza berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong desa-desa lain di Kaltim memperkuat program pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, keluarga, dan masyarakat diharapkan terus berjalan agar upaya perbaikan gizi anak tidak berhenti pada pencapaian penghargaan, tetapi menjadi bagian dari pelayanan berkelanjutan di desa. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Wali Kota Cup VIII Segera Bergulir, 25 Tim Desa dan Kelurahan Siap Bertarung

PDF 📄Sebanyak 25 tim dari desa dan kelurahan di Kotamobagu akan mengikuti Wali Kota Cup …

Bupati Bone Turun ke Barebbo, Pastikan Pembangunan Jalan Bermanfaat

PDF 📄Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memantau pembangunan jalan aspal di Desa Kading, Kecamatan Barebbo, …

Di Tengah Perjuangan Wilayah Adat, Masyarakat Sihaporas Teguhkan Tradisi

PDF 📄Komunitas adat Sihaporas menggelar ritual Partarias Debata Mulajadi Nabolon selama tiga hari sebagai upaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *