Museum Joyoboyo dan Pamuksan Perkuat Potensi Wisata Desa Menang

Desa Menang di Kabupaten Kediri mengandalkan komoditas pertanian, budi daya ikan air tawar, dan warisan sejarah Joyoboyo untuk mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KEDIRI DESA NUSANTARA  – Potensi pertanian, perikanan, dan wisata sejarah menjadi modal Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah desa berupaya mengoptimalkan potensi tersebut bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, perbaikan pelayanan publik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Desa Menang memiliki dua dusun, yakni Dusun Suko dan Dusun Menang, dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 5.000 jiwa. Informasi tersebut diperoleh dari hasil wawancara dengan Edi Purwanto selaku Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Menang dan Ririn selaku Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Di bidang pertanian dan perkebunan, cabai dan belimbing menjadi komoditas unggulan yang dikembangkan masyarakat. Sementara itu, sektor perikanan turut memberikan peluang ekonomi melalui budi daya ikan air tawar, terutama gurami dan nila.

Selain mengandalkan sektor ekonomi berbasis sumber daya alam, Desa Menang juga memiliki potensi wisata sejarah yang berkaitan dengan Sri Aji Joyoboyo. Museum Joyoboyo dan Pamuksan menjadi bagian dari warisan sejarah yang memperkuat identitas budaya desa sekaligus berpeluang dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Asal-usul nama Menang juga berkaitan dengan cerita yang berkembang secara turun-temurun di tengah masyarakat. Berdasarkan cerita tutur setempat, penemu situs sejarah Joyoboyo dan kawasan Pamuksan disebut merupakan keturunan lurah pertama yang menjadi cikal bakal punden di wilayah tersebut.

Dari sisi pembangunan, pemerintah desa memperoleh dukungan pendanaan dan program dari pemerintah pusat. Pengembangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Meski demikian, narasumber menyinggung adanya masa vakum pembangunan selama dua tahun.

Sementara itu, pelayanan administrasi dan kesehatan dinilai telah berjalan cukup baik. Edi menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat sejauh ini tidak menimbulkan keluhan berarti.

“Sudah… enggak ada yang komplain kok… insyaallah bagus,” ujar Edi Purwanto, Kasi Pemerintahan Desa Menang, sebagaimana diberitakan TandaGlobal, Kamis (29/10/2026).

Ke depan, pemerintah desa berharap pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga menjangkau sektor kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting agar kemajuan desa dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.

“Ambeh maju, ambeh… kesahatan, umat, pendidikan, kebudayaan… diharapakan desa seperti itu,” ujar Ririn, Kasi Kesra Desa Menang, mengenai harapan bagi perkembangan desa.

Dengan mengoptimalkan sektor pertanian, perikanan, dan wisata sejarah, Desa Menang diharapkan mampu memperluas peluang ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya lokal. Dukungan pembangunan yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas pelayanan diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. []

Redaksi 1

About redaksi01

Check Also

Way Rarem Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Wisata Baru Lampung Utara

PDF đź“„Pengembangan Desa Wisata Berbudaya Anek Pekurun mengintegrasikan atraksi wisata berbasis tradisi Lampung, pemberdayaan UMKM, …

Khao Sok Bidik Pariwisata Berkelanjutan, Ekonomi Warga Lokal Jadi Perhatian

PDF đź“„Pengembangan pariwisata Khao Sok di Thailand hingga 2030 diarahkan pada penguatan ekonomi masyarakat lokal, …

Kenduri Mbah Bregas Rawat Sejarah dan Kebersamaan Warga Margoagung

PDF đź“„Tradisi pascapanen di Margoagung menjadi sarana mengenang cikal bakal desa sekaligus mengenalkan nilai budaya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *